Osaka-Nara-Kyoto, Sensasi Liburan di Kansai Area

 
BERLIBUR ke Jepang bersama keluarga menjadi pengalaman istimewa bagi Nur Sella Rakhmadhona. Pada Maret lalu, ia bersama keluarga besarnya menghabiskan libur panjang di negeri Sakura. Yang istimewa, perjalanan ini memberikan kesempatan baginya untuk menikmati wilayah Kansai atau wilayah Kinki. Kansai adalah istilah yang digunakan untuk menyebut wilayah Jepang di bagian barat Pulau Honshu yang terdiri dari 7 prefektur: Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara, dan Wakayama. Wilayah perkotaan Osaka, Kobe dan Kyoto (wilayah Keihanshin) merupakan populasi terpadat kedua di Jepang setelah Tokyo Raya.
Perjalanan panjang menuju Jepang diawali dari Jakarta. Rute maskapai mengharuskan transit di Malaysia dan langung melanjutkan perjalanan ke Jepang. Untuk perjalanannya memakan waktu kurang lebih 10 hingga 12 jam. 
Tiba di Jepang, rombongan langsung menuju ke Kyoto dan melanjutkan perjalanan ke Kota Nara menggunakan kereta. “Rute perjalanan sudah ditentukan sama kakak ipar saya, kakak Mida. Sementara untuk rute transportasi yang mengatur kakak Ian,” ujar perempuan asal Papua ini.
Di Kota Nara, mereka sangat puas berwisata di taman yang terdapat di Kota Nara. Taman yang berada di kaki gunung itu amat sejuk dan indah. Ada banyak kuil yang mengelilingi taman dengan ikon rusa tersebut.Dikutip dari Wikipedia, Nara adalah ibu kota Prefektur Nara. Kota ini terletak di bagian utara Prefektur Nara, dan berbatasan dengan Prefektur Kyoto. Nara merupakan salah satu kota wisata yang ramai di Jepang. Kota ini juga dijadikan situs warisan dunia. 
Puas berkeliling taman Nara, Sella dan keluarganya langsung menuju Osaka yang cukup dekat jaraknya. Di sana mereka berjalan menghabiskan waktu di Osaka Castle Spring dan menginap di Apa Hotel Tennoji Ekimae. Di sana penginapan cukup mahal, untuk satu orang tamu, berkisar  Rp 1,7 juta per malam. 
Selain itu, dalam menggunakan mode transportasi, Sella juga memiliki cara khusus. Untuk pembelian tiket kereta, ia menyarankan untuk memilih paket kereta yang bisa digunakan selama seharian penuh. 
“Jatuhnya lebih hemat. Ketika itu, kami membeli paketan kereta untuk dua hari. Satu orang sekitar Rp 300 ribuan. Tapi sudah bisa menikmati aneka pemandangan,” papar Sella.
Selebihnya, untuk beberapa tujuan yang tidak terlalu jauh, Sella dan keluarga lebih memilih untuk berjalan kaki. Sebab, transportasi umum di Jepang cenderung mahal. Namun, hal tersebut tak menghalangi langkah Sella sekeluarga untuk menikmati wisata ke Kyoto Temple, Taman Sakura hingga ke Pasar Tradisional Jepang untuk membeli oleh-oleh. 
"Nama-namanya itu yang saya tidak ingat. Kami banyak menghabiskan waktu di wisata temple, pagoda dan taman sakura. Sebab, tempat wisata di Jepang rata-rata bernuansa pagoda dan taman sakura yang bisa membuat pikiran lebih fresh," jelas dia. (tea/oci)

Berita Lainnya :