Menikmati Kota Tua Postdam

 
BERLIN - Selama di Berlin, Alumnus SMAN 5 Malang ini menyempatkan diri singga di istana terbesar di Berlin, Charlottenburg. Karena sempat hujan, mereka mampir di sebuah café untuk berteduh. Setelah itu dilanjutkan ke east side gallery, tempat di mana tembok Berlin berada. 
“Tembok Berlin seperti beton yang berjejer. Tapi ada grafitinya,” ungkap wanita berambut panjang ini. Kemudian perjalanan dilanjut ke Kota Postdam yang hanya ditempuh selama 24 menit menggunakan kereta regional.
Menurutnya, suasana di Postdam lebih menyenangkan dibandingkan Berlin. “Benar-benar macem kota tua. Sedikit-sedikit pasti melihat bangunan tua. Suasananya juga tenang sekali, berbeda dengan di Hamburg,” tegasnya.
Di Postdam, mereka menyempatkan mengunjungi istana Sanssouci. “Istana ini yang paling terkenal. Karena isinya emas-emas saja. Sanssouci dan kebunnya ini menjadi  Situs Warisan Dunia (UNESCO) tahun 1990 lho,” paparnya.
Meskipun masih banyak tempat ikonik yang belum sempat ia kunjungi, namun ia merasa senang bisa menginjakkan kakinya di Berlin sebagai kota metropolitan. Terutama Postdam yang menyuguhkan suasana tenang dengan sensasi bangunan-bangunan tua.
“Memang perjalanannya hanya sehari. Maka dari itu banyak yang ke skip dan tidak sempat mengeksplor lebih banyak,” terang alumni SMAN 5 Malang ini.
Kendati saat ini Zainab masih menimba pengalaman sebagai Au Pair di Jerman, ia tak ragu untuk mengeksplor daerah lain dengan berbagai keunikan budaya dan ikon khasnya masing-masing. (tia/aim)

Berita Lainnya :