Kenang Kisah Tragis Hitler di Holocaust

 
BERLIN - Tempat yang paling menarik menurutnya adalah monument Holocaust. Selama berada di bangku perkuliahan, ia hanya mendengar cerita tentang kejamnya pasukan Adolf Hitler membantai kaum Yahudi. “Saat berada di sana, merasa miris karena membayangkan dulu banyak yang dibantai,” kata Zainab.
Saat berada di monumen Holocaust, Zainab merasa sangat miris mengingat selama duduk di bangku SMA maupun kuliah ia mempelajari kebengisan pasukan Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler membantai jutaan umat Yahudi. Pembantaian itu bertujuan untuk menumpas ras-ras yang pada masa itu dianggap lebih rendah dari ras Aria.
“Jutaan warga Yahudi tewas akibat kelaparan, dimasukkan ke ruang gas beracun, dipekerjakan hingga mati, dan dijadikan bahan percobaan medis,” terangnya.
Peristiwa itu menurutnya, tentu juga meninggalkan luka yang begitu dalam bagi masyarakat Jerman khususnya, bahkan dunia. Sehingga, pemerintah Jerman pun akhirnya memutuskan untuk membangun sebuah monumen peringatan untuk mengenang para korban tragedi Holocaust.
Menurut informasi, monumen ini dirancang oleh Peter Eisenman dan Buro Happold. Bentuk monumen sendiri berupa 2.711 lempeng beton berbentuk balok yang berderet di area seluas 19.000 meter persegi. Lempeng-lempeng beton tersebut disebut stelae dengan ukuran yang cukup tinggi.
“Monumen Holocaust juga memiliki satu museum bawah tanah berukuran kecil yang bernama Ort der Information. Museum itu memuat nama-nama orang Yahudi yang menjadi korban Holocaust,” jelas dia.
Meski begitu, monumen Holocaust bukanlah makam. Namun seringkali digunakan sebagai tempat untuk mendalami makna ketidakberdayaan, keputusasaan dan kesepian. Tiga emosi yang dirasakan para korban tragedi itu.“Pengunjung yang datang ke sini setidaknya harus bersikap hormat dan sopan untuk mengenang para korban,” imbuhnya. (tia/aim)

Berita Lainnya :