Siapkan Seribu Porsi Mangkuk Soto Pulungdowo

 
MALANG – Bupati Malang Dr H Rendra Kresna memiliki tradisi unik ketika merayakan Hari Raya Idul Fitri. Yakni menyediakan seribu porsi mangkuk nasi soto ketika menggelar open house di kediaman pribadinya di Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis. Tradisi ini juga berlaku pada Idul Fitri tahun ini.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang tersebut menyediakan seribu porsi mangkuk nasi soto sebab tamu yang mengunjungi kediaman pribadinya ketika open house selalu membeludak. Biasanya, soto yang disajikan adalah Soto Pulungdowo dari Tumpang yang menjadi kesukaannya. 
“Seribu porsi mangkuk nasi soto tersebut pasti habis. Malahan selalu tambah lagi. Jadi yang datang lebih dari seribu orang,” ujar Rendra kepada Malang Post. 
Dia menjelaskan, soto dipilih karena praktis dan disukai oleh para tamu. Sehingga, dirinya selalu menyediakan soto untuk mereka disertai dengan air putih minum kemasan.
“Kebutuhan air minum juga sangat banyak,” ucapnya. 
Dia menambahkan, sebelum melakukan open house, seluruh anak serta cucunya tak lupa menjalani tradisi sungkem. Menurutnya, tradisi sungkeman memiliki arti sakral.
Yakni merupakan bentuk penghormatan yang muda kepada orangtua sekaligus juga sebagai bentuk meminta maaf anak maupun cucu kepada orang tua. Karena setiap manusia, kata dia, tidak luput dari kesalahan. Maka dari itu, perlu tradisi sungkeman.
“Tradisi sungkeman ini rasanya dilakukan oleh hampir seluruh umat muslim di Indonesia. Karena ini merupakan bentuk meminta maaf kepada yang tua,” kata Ketua DPW NasDem Jawa Timur tersebut.
Dia bersama istrinya Hj Jajuk Rendra Kresna juga secara otomatis memaafkan seluruh anak beserta cucunya dalam momen itu.
“Begitupula saya juga meminta maaf. Tidak hanya kepada keluarga, juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat dengan menggelar open house serta saling salaman,” paparnya. (big/han)

Berita Lainnya :

loading...