Waspadai Pembatal Niat Puasa!


Ketika berpuasa, kaum Muslimin biasanya mewaspadai aktivitas makan dan minum saat sebelum Subuh dan hampir Maghrib, agar tak sampai membuat puasa mereka batal. Namun, jarang orang tahu bahwa niat puasa bisa juga batal. Bila niatnya batal, maka otomatis dianggap tak berniat sehingga puasanya juga tidak sah. Apa pembatal niat puasa itu?

Imam Nawawi menukil pernyataan al-Mutawalli yang membahas perihal batalnya niat ini sebagai berikut: "Al-Mutawalli berkata di akhir masalah keenam dari masalah-masalah niat: Apabila seseorang berniat di malam harinya kemudian memutus niat tersebut sebelum fajar, maka hukum niatnya menjadi gugur sebab meninggalkan niat adalah lawan dari niat." (An-Nawawi, al-Majmû' Syarh Muhaddzab, VI, 299)

Detik Terakhir, Melipat Kasur: Mengejar Lailatul Qadar

Oleh : Halimi Zuhdy
Dosen Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Maliki Malang

Abu Hurairah RA bercerita, kami bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau mengingatkan kami tentang Lailah Qadr. “Sudah berapa hari kita lampau Ramadan”, mereka menjawab, 23 hari Ya Rasulallah. Beliau bertanya kembali, "Berapa hari lagi kita berada di Bulan ini", 8 hari lagi, jawab mereka, "Bukan, hanya tinggal tujuh hari lagi, Bulan Ramadan 29 hari, maka carilah ia, malam-malam ini".
Rasulullah, selalu memotivasi para sahabat dan umatnya untuk selalu meningkatkan ibadah, di 10 terakhir Ramadan, terutama di hari-hari ganjil. Karena pada waktu itu diperkirakan Lailatul Qadar turun menjumpai hamba-hamba Allah. Adakah tanggal yang paling khusus, para ulama berbeda pendapat.

Berita Lainnya :