Membentengi Puasa Agar Tidak Sia-Sia

Oleh : Akhmad Fakhrur Rouzi
Guru Pendidikan Agama Islam SMP ‘Aisyiyah Muhammadiyah 3 Kota Malang

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al Baqarah : 183)
Bila kita membaca ayat di atas, tujuan utama puasa adalah menjadikan orang yang berpuasa itu menjadi hamba yang bertaqwa. Artinya, bila ada orang yang berpuasa tetapi puasanya tidak menjadikan dirinya sebagai hamba yang bertaqwa, maka akan sangat rugi sekali. Terkait dengan hal itu Nabi Muhammad SAW sudah mengingatkan kita dalam haditsnya;  betapa banyak orang yang berpuasa, akan tetapi puasanya hanya menjadikan dia lapar dan dahaga saja.
Dari sabda Nabi Muhammad SAW ini bisa kita lihat bagaimana bila puasa itu tidak dibentengi dengan baik, maka puasa yang dikerjakan hanya berpotensi menghasilkan lapar dan dahaga saja, dan bahkan jauh dari tujuan puasa yaitu menjadikan hamba Allah yang bertaqwa.

Subuh yang Membahagiakan


Oleh : Husnun N Djuraid
Wartawan Senior Malang Post, Pendidik di UMM


Tidak banyak yang kenal Syaikh Mahmud Khalil Al Hussary (1917 – 1980). Padahal, suara merdunya berkumandang lima kali dalam sehari semalam, menjelang salat. Banyak masjid yang memuat rekaman qiraah surat Al Hujarat dan Arrahman. Sebelum azan, dilanjut dengan bacaan shalawat Tarhim. Begitu seringnya banyak yang hafal dengan dua surat Alquran tersebut, dan salawatnya. Pemilik suara merdu itu adalah Syaikh Mahmud Al Hussary dari Mesir.

Berita Lainnya :