Syawal, Awal Penentuan Keberhasilan Puasa

 
Syawal bukan finis, Syawal adalah start. Frasa ini perlu saya tegaskan sejak awal, karena banyak diantara kita yang baru saja selesai menjalankan ibadah puasa Ramadan, maka ketika sudah masuk satu Syawal selesai pula ibadah-ibadah yang sudah kita jalankan selama bulan Ramadan.
Padahal bulan Ramadan itu “hanyalah” bulan tarbiyah atau pendidikan saja. Artinya selama satu bulan penuh oleh Allah kita dilatih atau dididik untuk berpuasa dilengkapi dengan ibadah-ibadah utama, seperti salat taraweh, sedekah dan tilawah Alqur’an.
Nah, hasil dari pendidikan Ramadan itu, bisa dipraktikkan mulai bulan Syawal sampai 11 bulan yang akan datang sampai Allah mempertemukan kita dengan bulan Ramadan pada tahun-tahun berikutnya. Maka Syawal bukan finish tapi Syawal adalah start, start untuk mulai mempraktekkan hasil pendidikan Ramadan kita.
Sebuah pendidikan dikatakan berhasil atau sukses apabila ilmu yang diperoleh pada saat pendidikan bisa dipraktekkan setelah pendidikan itu berakhir. Sama dengan pendidikan yang sudah Allah ajarkan pada saat bulan Ramadan, Ramadan kita dikatakan sukses apabila pendidikan yang sudah kita peroleh selama Ramadan bisa tetap kita jaga di sebelas bulan yang akan datang.
Artinya menjaga keistiqomahan selama Ramadan adalah tugas kita selanjutnya setelah bulan Ramadan berakhir. Ibadah-ibadah yang sudah bisa kita jalankan secara istiqomah selama sebulan penuh harus tetap dilanjutkan pada sebelas bulan yang akan datang. Artinya hasil dari tarbiyah al Ramadan jangan sampai hilang bersamaan dengan berakhirnya bulan Ramadan.
Jangan sampai amal shaleh yang sudah kita lakukan selama Ramadan kita urai kembali, kita tinggalkan begitu saja. Allah SWT sudah mengingatkan kita akan hal tersebut dalam Alqur’an surat An Nahl ayat 92 : ‘’Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. 
Agar amal saleh kita tidak terurai begitu Ramadan meninggalkan kita maka diperlukan tekad yang kuat untuk menjaganya. Diantaranya yang harus kita jaga dan pertahankan dari tarbiyah al Ramadan adalah menjaga puasa kita, setelah sebulan dilatih berpuasa, maka selepas Bulan Ramadan tetap kita berpuasa, yaitu membiasakan untuk berpuasa sunnah sesuai contoh Rasulullah SAW.

Berita Lainnya :