Membangun Mental Dermawan di Bulan Ramadan


Bulan Ramadhan itu waktu membangun mental ruhani dan jasmani. Membangun ‎jasmani dibagun cara menahan diri tidak makan dan minum, berhubungan badang ‎dengan pasanga. Membangun ruhani dengan cara menahan tangan tidak menulis ‎ujaran kebencian di medos, karena bisa menyakiti sesama. Sedangkan puasa lisan ‎berarti menjaga lisan dari ucapan-ucapan yang kasar, kotor, serta merugikan sesama. ‎Kadang menahan lisan dan tangan, jauh lebih berat dari pada menahan birahi.
‎  Ketika manusia mampu mengendalikan lisan, tangan, jasmani dan ruhani, ‎berarti dia telah siap mendapatkan ampunan Allah SWT. Ketika sedang puasa, jangan ‎sampai mengatakan “ wah, saya letih, lelah, ketika sedang berpuasa”. Seni puasa itu ‎memang indah, karena manusia hanya disuruh menahan dari sesuatu yang menjadi ‎kebiasaan. Kalau lulus, maka puasanya akan mengantarkan dirinya menjadi orang yang ‎beruntung.‎
‎ Bulan suci Ramadhan juga menjadi momen membangun silaturahmi bersama ‎rekan dan kolega, bukan memgangun permusuhan. Membangun ihkwah islamiyah, ‎wataniyah dan basariyah sangat penting, karena itu merupakan bentuk silaturahmi, ‎dan silaturhami itu akan membawa seseorang panjang usianya dan bertambah ‎rejekinya.

Sedekah di bulan suci Ramadhan jauh lebih utama dari sedekah di bulan biasa. ‎Rasulullah SAW berkata “lebih utama-utama sedekah adalah sedekah di bulan suci ‎Ramadhan (HR Muslim). Tidaklah heran, jika banyak umat islam yang mengkhusukan ‎nabung, hanya digunakan untuk dibagikan kepada orang-orang yang berbuka puasa ‎puas di tanah haram, dengan harapan mendapatkan pahala yang melimpah dari Allah ‎SWT.

Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang sedang, ia ‎akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” ‎‎(HR. At Tirmidzi). Tidaklah berlebihan, jika ada orang ‎

Berbagi makan, minum, sedekah lainya di bulan puasa sama dengan ‎membangun mental dermawan. Dengan harapan usai Ramadhan, mental ini tetap ‎melekat kuat pada pribadi. Jangan sampai, kedermawanan itu berhenti setelah ‎Ramadhan selesai, karena Rasulullah SAW pernah berkata “tangan yang di atas itu ‎jauh lebih baik dari pada tangan yang di bawah”.‎
 
Malang, 25/05/2019

Berita Lainnya :