Berdakwah di Kedai Kopi


 
DAKWAH menjadi motivasi Atho'illah menjalankan bisnisnya. Pemilik kedai kopi DAKSI ini tak sekadar berjualan, tapi juga menjalankan misi dakwah. Buktinya saja, di kedai yang jadi jujukan mahasiswa itu, ia menyuguhkan aneka menu dengan nama islami.  Contohnya seperti kopi Subhanallah (kopi hitam), kopi Bismillah (kopi hitam), Mie Subhanallah (Mie Pedas), dan menu lainnya. “Setiap hari juga diputar lagu-lagu positif dengan sesekali juga murattal ngaji Alquran.  Menu-menunya pun diberi nama-nama yang islami,” ungkapnya.
Mahasiswa program Magister UIN Maliki ini menuturkan, bisnis ini sebenarnya berawal dari patah hati. Karena kisah cintanya kandas, pria kelahiran desa Sumberwuluh Lumajang ini mulai mencari-cari kesibukan.
Mulai dari membuat komunitas, menyelesaikan  buku kelimanya sampai membuka sebuah kedai. Cabang kedai Daksi kini sudah dibuka di Lumajang. Kedai cabang ini diterima dengan sangat baik oleh masyarakat karena dianggap memberi banyak dampak positif untuk masyarakat. 
"Di daerah sana, warung kopi dianggap sebagai tempat yang kurang baik, hanya sebatas tempat tongkrongan yang isinya anak laki-laki semua dan biasanya sampai tengah malam. Setelah DAKSI hadir dengan konsep yang berbeda maka sebagian besar masyarakat mulai merubah mindset negatifnya tentang kedai ngopi," jelasnya. (mg1/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :