Virus AIDS di Pembalut


MALANG - Media sosial kembali diramaikan dengan hoax mengenai pembalut wanita yang digunakan sebagai alat penyebaran virus HIV. Dalam informasinya, hoax tersebut bahkan menyangkut strategi zionis untuk membunuh wanita Arab dan umat Islam.
Dalam penyebarannya, beredar sebuah foto pembalut wanita di media sosial yang disertai dengan narasi sebagai berikut. "Kabar duka untuk kita umat Islam. Nandang Burhanudin, Wartawan Palestina membocorkan strategi pemerintah zionis Israel untuk menebar VIRUS AIDS di setiap pembalut wanita.Produk tersebut akan ditulis: Made in Kingdom of Saudi Arabia, namun sebenarnya produk Israel," tulis pemilik akun Facebook, Generasi Muda, pada 3 Juli 2019.
"Targetnya adalah: 1. Membunuhi wanita-wanita Arab dan umat Islam yang sangat subur melahirkan anak-anak. 2. Memperburuk citra muslimah, karena ternyata terkena virus HIV/AIDS dalam keluarga yang menghormati norma-norma Islam. Dimana lazimnya kaum hawa saat ini, selalu menggunakan pembalut saat haid. Ketika itulah virus akan menebar dan bercampur darah saat digunakan dalam waktu yang melebihi 30 menit. Akhirnya virus HIV pun akan menjangkiti pengguna," tambahnya.
Selanjutnya, beberapa akun penyebar hoax tersebut pun mengingatkan untuk tidak membeli produk yang dimaksud.  "Semoga Allah melindungi kita semua. Amin... Jangan lupa kalau beli barang dengan barcode 729. jangan dibeli, itu made in Israel, BOIKOT!! Tolong bantu Share berita ini ke grup kalian. Thanks. Untuk para laki-laki infokan kepada saudara atau teman perempuan? Bahaya kalau tidak," lanjutnya dalam caption unggahan foto yang sama.
Unggahan tersebut mendapatkan ribuan komentar dan sekitar 12.000 lebih orang menyukai. Akan tetapi, setelah ditelusuri kebenarannya, ternyata postingan tersebut dipastikan hoax. Selain itu, unggahan ini dipastikan hoax lama yang diangkat kembali. Ketika ditelusuri, hoax ini pernah diklarifikasi pada tahun 2017.
Sementara itu, dari penjelasan dr. Dyah Novita Anggraini melalui artikel di www.klikdokter.com, dijelaskan mengenai penyebaran virus HIV. Virus tersebut dapat menular dari tubuh penderita melalui beberapa cairan, yaitu cairan darah, semen, rektal, vagina, dan air susu ibu. Cairan tersebut dapat menginfeksi tubuh orang lain melalui beberapa cara penularan.
"Beberapa cara penularan HIV adalah kontak langsung dengan selaput lendir (lapisan anus, vagina, penis, dan mulut) saat berhubungan seksual. Kontak dengan jaringan kulit yang terluka. Kontak dengan jarum suntik bekas penderita HIV, seperti saat melakukan pemasangan tattoo kulit, tindik, atau berbagi jarum suntik pengguna narkotika," ujarnya.
Selain itu, penyebaran terjadi melalui transfusi darah dan transfusi organ. Menurutnya, informasi mengenai cara penyebaran virus HIV ini bisa menjadi dasar untuk menangkal informasi mengenai virus HIV yang dimasukkan ke pembalut. Virus HIV tidak dapat bertahan hidup dalam waktu lama lama di luar tubuh penderita. (ley/lim)

Berita Lainnya :