Pabrik Air Mineral Sponsori Kegiatan Misionaris


Beberapa hari ini sebuah informasi sempat viral khususnya di grup-grup Whatsapp, berkaitan dengan merek air mineral nasional “Aqua” .
Kabar tentang perusahaan air mineral Aqua mendukung dan mensponsori kegiatan misionaris. Kabar menghebohkan ini beredar lewat sebuah gambar yang diunggah akun Facebook Odi Suryana pada 10 Juli 2019 lalu.
Dalam gambar tersebut terdapat sebuah petunjuk nama tempat bernama "Pondok Remaja PGI". Dalam plang petunjuk nama tempat itu terdapat logo Aqua. Selain itu, terdapat sebuah narasi di dalam gambar tersebut.
"Sekolah pengkaderan misionaris yg disponsori oleh AQUA. Lokasi di jln. Raya antara Cipayung - Cisarua Puncak Bogor Jawa Barat. Dananya dari penjualan AQUA. Hayoooo mulai skrng berhenti minum AQUA".
Akun Facebook Odi Suryana juga menambahkan sebuah narasi dalam konten yang diunggahnya. "Kalau kita beli aqua berarti kita menyumbang misionaris Kristen," tulis akun Facebook Odi Suryana.
Setelah ditelusuri, ternyata kabar tentang perusahaan air mineral Aqua yang mensponsori misionaris kristen ternyata tidak benar alias hoax.
Hal ini disampaikan secara resmi pada akun dan website PT Danone yang disampaikan oleh Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin. Menurut Arif, kabar tersebut adalah hoax.
Dalam pernyataan resmi disebutkan, sebagai perusahaan yang menjalankan prinsip tata kelola yang baik serta menjunjung etika bisnis, Aqua tidak memiliki afiliasi dengan organisasi politik dan lembaga lain selain bisnis yang kami jalankan. Dalam menjalankan bisnisnya, Aqua dapat bekerjasama dengan beragam distributor dan pelanggan – termasuk toko, restoran dan hotel – dalam melayani konsumen.
Menanggapi maraknya informasi dari akun individu di media sosial tentang keberadaan sebuah tempat di Cipayung, Puncak, penelusuran menunjukkan bahwa tempat tersebut adalah hotel/penginapan umum dan bukan sekolah.
Kami menghimbau masyarakat untuk melakukan cek dan ricek atas setiap berita di media sosial sebelum menyebarkannya. Setiap berita yang kita buat atau sebarkan memiliki konsekuensi hukum yang diatur dalam Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (ica/lim)