Hoax Virus Corona di Kurma


MALANG – Buah kurma menjadi santapan wajib umat Islam yang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadan. Namun, buah ini belum lama ini ‘difitnah’ oleh akun tidak bertanggungjawab. Pasalnya, buah kurma yang dijual di pasaran, disebut-sebut mengandung virus Corona yang dibawa dari hewan kelelawar.
Sebuah postingan di media sosial, menuliskan hal ini. “Untuk kawan-kawanku, atas anjuran para dokter, menteri kesehatan di Timur Tengah, maka dikeluarkan peringatan kepada para masyarakat muslim untuk mencuci kurma bersih-bersih sebelum dimakan. Karena tahun ini banyak kelelawar hidup di pohon-pohon kurma dan memakannya.”
“Kelelawar-kelelawar ini membawa virus Corona. Cucilah bersih-bersih kurma dari negara manapun juga sebelum dimakan. Selamat dan Barokah Ramadhan 1440 H.” Itulah unggahan akun Facebook Iwan Ridwan Harla, Kamis (2/5).
Namun, dari hasil penelusuran turnbackhoax, hampir bisa dipastikan informasi ini hoax alias tidak benar. Karena, info ini sempat viral di berbagai media sosial dan aplikasi percakapan di Malaysia pada 2017. Pakar kesehatan menyebut bahwa tips mencuci kurma sebelum dikonsumsi, tidak akan bisa mensterilkan virus. Coronavirus cenderung ditularkan lewat udara, khususnya dari orang-orang yang sudah terpapar virus ini lewat bersin dan batuk.
Jika ada yang menyebut virus ini bisa disebarkan oleh kelelawar, kemungkinan besar informasi tersebut tidak benar. Badan Kesehatan Dunia (WHO) ataupun Kementerian Kesehatan dari negara-negara Timur Tengah tidak mengeluarkan saran atau peringatan apapun tentang kontaminasi virus corona melalui kelelawar.
Virus corona atau coronavirus memiliki nama lengkap Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV). Virus ini baru ditemukan pada Maret 2012 di Saudi Arabia. Virus ini bisa menyebabkan sindrom pernapasan yang ringan ataupun berat. Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana penularan dari penyakit ini.
Kebanyakan, penelitian soal hewan pembawa virus, mengarah ke hewan khas Timur Tengah, unta. Hanya saja, belum jelas bagaimana mekanisme penularan virus ini dari hewan ke manusia. Demi mencegah datangnya infeksi virus ini, pakar kesehatan menyarankan untuk memakai masker dan sering mencuci tangan dengan sabun jika berada di dalam penerbangan.
Atau, saat berkumpul bersama dengan orang banyak di satu ruangan dan berkunjung ke negara-negara Timur Tengah. Jika tidak ada air dan sabun, maka disarankan menggunakan cairan antiseptik yang memiliki kandungan alkohol demi membersihkan tangan dari virus atau kuman penyebab penyakit.
“Mari, seluruh elemen masyarakat, tetap waspada, dan tidak gampang terpengaruh informasi hoax. Sebelum percaya informasi, sebaiknya cek media mainstream, atau bertanya kepada pihak yang memiliki kompetensi,” tutur Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni.(fin/lim)

Berita Lainnya :