Hoax, Perekam Video Pemuda Ancam Presiden


MALANG - Nama Agnes Kusumahandari mendadak menjadi terkenal. Bagaimana tidak, wanita yang bekerja sebagai guru SDN Citamian 1 Kota Sukabumi ini dituduh warganet sebagai orang yang merekam video pemuda yang mengancam Presiden RI Jokowi.
Seperti yang tertulis dalam akun facebook Indonesia Hoaxes, tudingan bahwa Agnes merekam video pemuda yang mengancam Jokowi ini disebarkan oleh salah satunya oleh akun Facebook bernama Relawan Jokowi Sejati. Tulisan yang bernada tuduhan itu diupload oleh akun Facebook Relawan Jokowi Sejati, Minggu (12/7) pukul 17.09 WIB.
Akun Relawan Jokowi menuliskan "Ternyata Guru SDN Pakujajar Sukabumi. Gaji ke-13 jangan dikasih. Belum afdol kalau ibu perekam video ancaman pemenggalan kepala Presiden Jokowi ini juga belum diciduk," tulis akun Relawan Jokowi Sejati. Tulisan itu pun sudah dibagikan lebih dari 1.721 kali.
Beredarnya info tersebut langsung ditanggapi oleh Agnes. Dengan berani, Agnes mengatakan, jika tudingan yang diarahkan kepadanya tidak benar. Bahkan, dia juga telah melapor ke Polres Sukabumi, lantaran namanya telah dirugikan.
Di hadapan polisi, seperti yang tertulis dari akun facebook Indonesia Hoaxes ini, Agnes menyampaikan keresahaannya atas tudingan tersebut. Kepada polisi, dia mengatakan jika dirinya merupakan wali kelas VI di SDN Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Agnes, mengaku kaget ketika namanya disebut sebagai perempuan yang merekam aksi ancaman terhadap Jokowi. Aplikasi pesan singkat dan akun media sosialnya juga ramai dengan tudingan tersebut.
"Terkait video viral dan beredar saat ini saya pastikan itu bukan saya dan sama sekali (orang) yang berbeda. Karena pada tanggal 10 Mei itu saya masuk, mengajar ke sekolah seperti biasa. Kemudian pulang dan sempat berbelanja," kata Agnes didampingi suaminya, Asep Agus (56), saat melapor ke Polres Cimahi. Keterangan tersebut termuat dalam akun media sosial Indonesia Hoaxes.  
Tentu saja, Agnes tak sekadar berucap. Dia juga memberikan beberapa bukti, untuk menguatkan keterangan yang disampaikannya. Di antaranya, dia memperlihatkan struk belanja dari toko yang dia kunjungi pada hari itu. Dia mengaku, sepulang mengajar sempat mampir dan membeli beberapa keperluan di salah satu toko di Kota Sukabumi.
Berdasarkan sejumlah bukti dan keterangan, polisi memastikan bahwa Agnes bukanlah wanita perekam aksi ancaman penggal kepala Presiden Jokowi . "Hasil pemeriksaan, perempuan yang merekam video tersebut bukanlah Ibu Agnes seperti yang disampaikan oleh warganet. Pada hari tersebut Ibu Agnes mengajar bekerja di Sukabumi, disertai berbagai bukti bahwa dia tidak berada di Jakarta pada hari itu," papar Kapolres Sukabumi Susatyo Purnomo Condro.(ira/lim)

Berita Lainnya :