Heboh Permen Susu PCC di Batu


MALANG POST, Beberapa hari ini, Kota Batu digegerkan informasi tentang peredaran permen susu berbentuk binatang yang mengandung PCC. Permen yang dijual bebas seharga Rp 2.000 per renteng ini bisa mengakibatkan anak-anak tidak sadarkan diri.
Keresahan masyarakat ini berawal dari beredarnya informasi yang beredar dari pesan Whatsapp (WA) dari satu ke yang lain. Bunyinya seperti ini diinformasikan kepada seluruh masyarakat, sehubungan dengan penggerebekan pabrik narkoba di Banyumas, Jawa Tengah.
Penggerebekan dilakukan Tim Mabes Polri di Jalan Raya Batu Raden, No.182 - 184 RT 2 RW 1 Kel. Pabuaran, Purwokerto Utara, Banyumas dan dipimpin oleh Wadir Tipidnarkoba Bareskrim Polri, BB yang ditemukan dalam 2 unit ruko antara lain:
Empat tong barang jadi pil PCC, 4 mesin cetak ukuran besar, 3 mesin mixer ukuran besar, 2 mesin oven ukuran besar, 6 karung kardus kemasan besar lambang kuda PCC, satu unit forklift, 6 tong bahan baku campuran yang belum dicetak.
Diimbau untuk berhati - hati terhadap peredaran Narkoba dengan sasaran anak - anak. Adapun ciri - ciri dan bentuk seperti foto terlampir, tulisan namanya  permen susu ada bpomnya tapi itu pil pcc yang anak SD di Ambarawa beli 1 renteng 2 ribu dapat banyak setelah minum panas dalam mual pusing serta lemas.
Begitu pesan berantai yang muncul dalam WA. Tidak berselang lama, muncul lagi pesan berantai yang bertuliskan. “Mohon perhatian untuk stakeholder terkait, terinformasi bahwa telah beredar permen susu  mengandung PCC  dan sudah beredar di Ambarawa sasarannya adalah sekolah-sekolah dan di jual Rp. 2.000 dapet 1 renteng”
“Mohon dishare di grup yang ada, untuk kewaspadaan dan proteksi terhadap anak-anak generasi, bagi sekolah-sekolah,". Begitu bunyi pesan berantai tersebut. Tidak disangka, ternyata pesan berantai ini juga membuat efek keresahan, hingga akhirnya muncul pesan berantai baru.
Seperti orang tua siswa di Kota Batu. "Permen itu sudah ada korban di Batu, informasi dari grup anak saya yang play group, katanya anak salah satu sekolah di Kelurahan Temas," begitu share salah satu orang tua di grup WA.
"Memang informasi yang berkembang sempat membuat resah orang tua siswa, namun sudah ada pemberitahuan dari Polres Banyumas bahwa informasi yang berkembang tersebut adalah berita yang diragukan kebenarannya alias hoax," ujar Sudarno, orang tua siswa.
AKBP Heru Cahyo Wibowo, Kepala BNN Kota Batu menerangkan bahwa di Kota Batu belum menemukan adanya indikasi peredaran PCC di Kota Batu. "PCC ini sejenis pil koplo, yang merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk mengoksidasi alkohol,” ujarnya. (dan/mar)