Gunung Kelud Tak Ikut Meletus

 
Sejak dinyatakan awas, Gunung Agung di Bali banyak dikabarkan akan meletus. Bahkan, sejak tanggal 13 September 2017 lalu, beragam pesan yang tersebar di media sosial bahwa Kelud akan ikut meletus. Pesan yang tersebar melalui pesan WhatsApp, Facebook, Twitter dan BBM.
Informasi itu membuat sejumlah orang yang menerima pun percaya. Apalagi dalam pesan juga tertulis infomasi tersebut dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimaktologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Klas I Juanda Surabaya. Sehingga tidak jarang bagi penerima pesan kemudian menyebarkan kembali informasi tersebut agar seluruh masyarakat waspada. 
Apalagi dalam pesan yang menyebar ditulis secara jelas. Yaitu  letusan gunung Kelud sejauh 20 kilometer dari pusat magma dan diperkirakan terjadi gempa 6 sampai 8 skalalighter. Dalam pesan tersebut juga tertulis setelah letusan terjadi aliran listrik akan akan dipadamkan total untuk wilayah Kediri. 
Sedangkan lahar dingin mengalir sampai Kademangan Blitar. Dalam pesan juga disampaikan untuk berhati-hati alirah lahar, hujan abu dan suara gelegar letusan sampe Solo dan Klaten. Sedangkan daerah Pare, kediri ke utara di selimuti bau belerang yang menyengat.
Pesan Gunung Kelud yang meletus itupun langsung ditampik oleh pihak BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Juanda Surabaya. Dalam press release yang dikeluarkan secara resmi BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Juanda Surabaya menuliskan BMKG Juanda tidak pernah mengeluarkan informasi tentang waktu dan besar letusan Gunung Agung di Bali serta gunung api lainnya. Karena hal itu bukan menjadi tugas dan kewenangan BMKG Juanda Surabaya. 
Dalam press release yang ditandatangani oleh Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya, Agus Wahyu Rahardjo SP juga disebutkan bahwa BMKG Juanda Surabaya bertugas memberikan informasi tentang sebaran abu vulkanik yang berhubungan dengan keselamatan penerbangan di Bandara Internasional Juanda Surabaya. 
Selain itu juga diterangkan bahwa segala bentuk informasi yang dikeluarkan oleh BMKG Juanda Surabaya akan dikeluarkan secara resmi dan disampaikan kepada para pemangku kepentingan terkait.(ira/jon)