Cabai Kering Sebabkan Difteri Hoax


BEBERAPA waktu belakangan, tersebubar informasi melalui WhatsApp dan Facebook terkait cabai bubuk yang dipenuhi penyakit akibat kencing tikus. Sehingga, hal tersebt menyebabkan difteri.  Isi pesan tersebut kurang lebih seperti ini, SEBARKAN!!!!!!
Hati2 jangan jajan yang pakai cabe bubuk, penuh penyakit dr kencing tikus, kasusnya banyak yang meninggal karena penyakit difteri. Jangan jajan pake cabe kering ya seperti cabe di tahu bulat, otak2, dsb. pokoknya jangan pake cabe bumbu kering.
Pesan berantai tersebutjuga disertai dengan video berdurasi 11 detik yang memperlihatkan tumpukan cabai kering yang diletakkan di atas tanah. Kemudian, terlihat beberapa ekor tikus yang lalu lalang pada tumpukan tersebut.
Bahkan, dalam pesan singkat tersebut, juga dilengkapi dengan data, bahwa ada 600 orang yang terinfeski difteri akibat mengkonsumsi cabai kering pada makanan tersebut.  Namun, setelah ditelusuri, kabar tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar alias hoax.
Tidak diketahui lokasi dan waktu pengambilan video tersebut. Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi mengatakan kabar itu tidak benar alias hoax. Difteri disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae dan tidak ada hubungannya dengan tikus.
"Difteri tidak ditularkan melalui gigitan apa pun, tapi melalui droplet atau cairan yang keluar kalau berdekatan, misalnya bersin. Jadi ini jelas-jelas hoax," tegas dia. Pada kesempatan tersebut, Oscar menegaskan, tikus memang hewan pembawa penyakit.
Namun, bukan difteri, tapi leptospirosis. "Pada daerah yang kumuh, itu tikus-tikus berkeliaran, yang kencingnya bisa menyebabkan penyakit leptospirosis. Tapi kalau difteri tidak," tandas dia. (tea/mar)

Berita Lainnya :