Biji Jambu Tak Sebabkan Usus Buntu

 
Pernahkah Anda ketika sedang asyik menyantap jambu biji atau makanan pedas, lalu diperingatkan akan bahaya usus buntu yang mengancam? Lantas Anda diminta untuk menghentikan kebiasaan untuk mengonsumsi jambu biji, cabai atau bahkan makanan dengan biji-bijian yang lain. Sebab, dikhawatirkan jika biji tersebut tidak dicerna, akan mengangkut di usus buntu. Hal tersebut bisa dipastikan tidak benar. Biji jambu biji atau biji cabai, bukan penyebab orang menderita usus buntu.
"Sebenarnya itu hanya mitos. Sebab, biasanya ketika ada makanan yang tidak bisa dicerna atau bahkan tersangkut di usus buntu, akan keluar berbarengan dengan kotoran (feses)," ujar Merysa Kurniawati, S.Kep, Ners, praktisi medis RS. Bala Keselamatan Turen. 
Menurutnya, dalam proses pencernaan, makanan akan dicerna dan dialirkan dari usus kecil ke usus besar melewati usus buntu. Jika memang makanan tersebut terdapat biji-bijian seperti biji jambu, maka usus buntu akan melakukan kontraksi otot dinding sehingga memaksa keluar benda yang ada di dalamnya.
"Selama ini juga jarang ditemukan ketika terjadi operasi usus buntu, di dalamnya merupakan biji jambu atau cabai. Tetapi berupa fecalith (pengerasan tinja) yang menutup akses ke usus buntu," ungkap dia.
Pengerasan tinja tadi bermula ketika cairan feses salah jalur. Seharusnya masuk ke usus besar untuk dikeluarkan menjadi kotoran manusia.
"Seharusnya dialirkan keluar atau dibuang, menumpuk di usus buntu," tambahnya.
Lantas, ketika kotoran tersebut menumpuk di usus buntu, maka terjadilah perkembangbiakan bakteri. Setelah itu, karena ada campur tangan bakteri, sistem kekebalan tubuh melemah dan menjadikan radang usus buntu atau biasa disebut appendiksitis. Radang tersebut menyebabkan nyeri akut, demam, mual, muntah dan hilangnya nafsu makan.
"Sama seperti tifus, radang usus buntu menyerang ketika daya tahan tubuh turun, kecapekan, atau kurang tidur. Kebetulan yang lemah di bagian usus buntu, jadi meradang dan rasanya sakit sekali," papar dia.
Menurut dia, jika tidak segera diobati atau dioperasi, radang usus akan membuat rasa sakit yang terus menerus.
"Yang berbahaya jika memiliki penyakit lain seperti magh. Rasa mual membuat nafsu makan hilang, padahal saki seperti magh tidak boleh telat makan," ungkap dia.
Terlepas dari hal itu, menurut Merysa, masyarakat diminta tidak terbawa informasi mengenai larangan memakan jambu biji atau makanan pedas.
"Asalkan tidak berlebihan atau terus menerus, juga ada manfaatnya untuk tubuh. Jambu biji bagus untuk kulit dan melindungi dari pancaran sinar UV. Sedangkan cabai bagus karena mengandung vitamin A dan C," tandasnya. (ley/jon)