Pemred Malang Post Beri Motivasi Santriwati Gontor


Diplomasi Wawancara Lewat Tempoyak
MALANG – Siapa yang bersungguh-sungguh, maka akan menuai kesukse­san. Motivasi itulah yang didapatkan puluhan santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 yang mengun­jungi kantor Malang Post, Selasa (8/5) . Sebanyak 95 peserta merupakan santri kelas 6 Kulliyatu-l-Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI) atau kelas XII di tingkat SMA yang men­dapat pembekalan sebelum lulus.
Para santri sangat bersemangat men­dengarkan pengalamanan dari Pemimpin Redaksi (Pemred) Malang Post, Hj. Dewi Yuhana. Dalam kunjungan ini, Pemred berbagi pengalaman, mulai dari yang awalnya tidak bisa membuat berita, kemudian ikut diklat jurnalistik, menjadi wartawan, hingga kini menjadi Pemred Malang Post.

Hana, sapaan akrabnya, menceritakan bagaimana ia berusaha meyakinkan narasumber yang tidak mau memberikan statement. “Saya ditolak, narasumber tidak mau diwawancarai karena pernah punya pengalaman kurang menyenangkan dengan wartawan,” ungkap perempuan yang juga alumni Gontor Putri ini.
Namun penolakan itu akhirnya luluh ka­rena perbincangan tentang tempoyak (makanan khas Palembang berbahan durian, red). “Setelah tahu narasumber tersebut lama ditugaskan di Palembang. Saya langsung ngomong suka dengan tempoyak, rupanya beliau terkesan. Sesudah itu, wawancara jadi lancar,” jelas Hana.
“Dari mana saya tahu tentang tempoyak? ya karena dulu saat di pondok ada teman dari Palembang yang suka bawa oleh-oleh tempoyak, hahaha,” tambah perempuan energik ini.
Ia melanjutkan, untuk mendapatkan data atau bahan berita yang dibutuhkan, wartawan harus bisa mengam­bil hati narasumber, mampu memahami psikologis dan body languagenya.
Berdasarkan pemaparan pengalaman dari Pimred Malang Post selama kurang lebih dua jam tersebut, santri Gontor Putri 1 merasa mendapatkan pengalaman baru serta motivasi. Seperti yang dirasakan Puthri Anjani. Dia merasa termotivasi untuk lebih bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu.

“Dengan bersungguh-sungguh kita akan mendapatkan kesuksesan, seperti yang disampaikan oleh ustadzah Dewi Yuhana. Apa yang disampaikan akan sangat bermanfaat untuk kami yang sebentar lagi terjun langsung ke ma­syarakat,” ujar Puthri.
Sementara itu, ustadz pendamping Khoirul Azizi, mengatakan, kunjungan ini merupakan rangkaian pembekalan kepada santri kelas 6 KMI menjelang kelulusan. Tur dimaksudkan untuk mendidik para santri di berbagai bidang seperti jurnalistik, ekonomi, lembaga sosial dan pendidikan, bukan hanya mengenai ilmu agama.
“Sebenarnya jumlah santri kami ada sekitar 1450-an yang dibagi sebanyak delapan kota, 95 santri ke Kota Malang dan sisanya ke beberapa kota lain,” ujar Khoirul. (mg7/aim)

Berita Lainnya :