Husnun: Coach Joko Lebih Filosofis


MALANG - Optimisme tinggi untuk mengarungi kompetisi, tidak hanya diusung oleh barisan tim Arema FC, baik pemain, pelatih atau manajemen. Para pengamat yang sering berkecimpung di dunia sepak bola, melihat prospek bagus pada tim Singo Edan. Mulai dari pemain yang dihuni mayoritas pemain muda, hingga pelatih Joko Susilo yang perjalanan hidupnya mirip dengan Joseph 'Pep' Guardiola.
Pep Guardiola merupakan mantan pemain legendaris dari klub Barcelona. Pelatih yang kini membesut Manchester City itu, juga sempat sukses begitu dipercaya menjadi pelatih di Barcelona. Harapan tinggi agar bisa mengikuti jejak Pep, juga diapungkan untuk Coach Joko.
"Kalau saya melihat Joko Susilo sekarang sudah banyak berubah. Kata-katanya filosofis sama seperti Pep Guardiola," ujar Pengamat sepak bola sekaligus Komisaris Malang Post, Husnun N Djuraid. Tak salah bila Husnun berpendapat demikian, sebab selama diskusi berlangsung, Coach Joko beberapa kali melontarkan kalimat filosofis dengan makna mendalam.
Misalnya saja, ketika didesak Pemred Malang Post Dewi Yuhana tentang strategi yang digunakan dalam membesut tim dengan dominasi pemain muda untuk mengarungi Liga 1, Coach Joko mengatakan bahwa para pemain harus mengikuti strategi yang dirancang pelatih. “Bakat pemain memang bisa memenangkan pertandingan, namun strategi lah yang memenangkan kompetisi,” ujarnya. Strategi juga lah yang membawa Arema FC menjadi runner-up Piala Gubernur Kaltim 2018, padahal tim ini tidak menargertkan juara sejak awal mengikuti kompetisi.
Nah, Husnun melihat bagaimana perubahan Joko Susilo, karena telah mengikuti perjalanan kariernya sejak menjadi pemain. Menurut Husnun, sukses menjadi pemain, kini saatnya coach Joko juga berhasil saat mendapatkan kepercayaan menjadi pelatih Arema.
"Saatnya kepercayaan penuh diberikan pada Joko. Dia memiliki materi yang bagus untuk menjadi pelatih," papar Husnun.
Menurut Husnun, materi yang dimiliki pelatih berusia 47 tahun itu tidak hanya dari kecakapannya saja. Namun juga pengenalan akan tipikal dan gaya bermain Arema, hingga kekuatan tim atau anak asuhnya. Semua seolah mendukung pelatih klub kelahiran 1987 itu untuk bisa meraih prestasi tertinggi di musim 2018 ini.
"Kalau saya lihat, kondisi Arema juga terus membaik. Sekarang Arema kalau mau memulai kompetisi, tidak usah bingung ikut atau enggak. Berbeda dengan dulu. Materi pemain Arema juga buas," jelasnya.
Disamakan dengan sosok Pep, Joko Susilo menganggap kini ekspektasi tinggi ada pada dirinya. Akan tetapi, dia memastikan tidak akan meniru gaya pelatih asal Spanyol itu. Dalam filosofi taktik, dirinya tidak mau disamakan dengan siapapun. Dia tidak mau meniru dan siap membuat style sendiri.
"Terima kasih kalau saya disamakan dengan Pep. Tetapi saya tidak akan meniru. Arema yang saya latih, tidak mengikuti style siapapun. Ini gaya Joko Susilo," ujar Joko Susilo.
Dia menuturkan, Arema akan menampilkan gaya ala Joko Susilo, dengan taktik atau strategi yang susah ditebak. Banyaknya ilmu ketika menjadi asisten pelatih hebat seperti Robert Rene Albert, Miroslav Janu, Rahmad Darmawan, Suharno, Milomir Seslija hingga Aji Santoso, adalah bekal bagi pelatih yang berdomisili di Sawojajar itu.
Sementara itu, secara materi pemain, mantan Manager Arema Sunavip Ra Indrata mengatakan, beberapa pemain juga mengingatkan Arema pada era juara. Misalnya Kurniawan Kartika Ajie, yang dipandang memiliki bakat dan tipikal layaknya Kurnia Meiga Hermansyah, hingga Balsa Bozovic yang disamakan dengan Roman Chmelo.
"Saya lihat Arema sekarang memiliki skuad yang mungkin mengingatkan Kurnia Meiga ketika baru muncul di tim inti Arema. Ada juga Hanif Sjahbandi pemain muda langganan Timnas, yang penampilannya semakin matang," ujar Indra, sapaan akrabnya
Dia menyampaikan, pemain Arema tahun ini, juga tidak mengandalkan banyak pemain bintang. Namun, justru hal tersebut yang akan membuat chemistry pemain cepat terbentuk. "Sangat bagus Arema tidak silau dengan klub yang membeli banyak pemain bintang seperti Madura United atau Sriwijaya FC. Sejarah di Arema, saat membeli banyak bintang justru kesulitan. Makanya, sekarang saya justru melihat optimisme tinggi banyak orang, termasuk pemain, yang pasti ingin menunjukkan kualitas mereka kepada pecinta sepak bola di Malang dan Indonesia," pungkasnya. (ley/han)

Berita Lainnya :