Hikayat Sajak Mengandung Makna Kesatiran Secara Kritis

Puisi satir mengandung unsur kotor yang menakutkan bagi pembaca. Beberapa makna yang sedikit kritis sebab dari setiap puisi pasti mengandung bahasa yang tidak diketahui oleh pembaca. Menulis puisi satir ini diolah ketika menyindir rakyat begitu ganjal dan sedikit menyerang pada segi kalimat. Memang sajak satir masih mengerikan seperti menikmati film horor tetapi ada kisah misteri yang mengoyah kata-kata melalui sebuah puisi. Fanatorium merupakan kumpulan puisi kedua yang menggambarkan kultural segi bahasa dan ucapan yang mengandung pemikiran secara kritis dan ungkapan yang mengundang kesedihan tetapi menyindir secara langsung melalui sebuah puisi. Puisi ini kombinasi ide antara W.S Rendra dan Khalil Gibran. Konon dua tokoh penyair itu cenderung menggunakan puisi sosial dan memiliki filosofi dimana setiap penggalan puisi selalu identik secara otentik.

Muhaddits Nusantara Pertama Bernama At-Tarmasi

Judul         : Muhammad Mahfudz At-Tarmasi Ulama Hadits
           Nusantara Pertama  
Penulis     : Dr. Muhajirin, M.A.
Penerbit     : Idea Press, Yogyakarta
Edisi         : April 2016
Tebal         : 128 halaman

ISBN    : 978-602-0850-28-3
Peresensi    :Ahmad Fatoni, Pengajar Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang



SEJAK terjalinnya hubungan inetelektual antara ulama Nusantara dengan ulama Makkah, tidak satu pun ulama Nusantara yang dikenal sebagai muhaddits. Kendati tidak sedikit dari mereka yang sudah menuangkan karyanya dalam bidang hadits, tetapi gelar yang disandangkan bukan sebagai ahli hadits, melainkan ahli fiqih, bahasa, tarekat dan tasawuf.
Adalah Muhammad Mahfuzh ibn Abdillah ibn Abdul Mannan At-Tarmasi (1868-1919 M) adalah seorang ulama yang menyandang gelar ahli hadits (muhaddits) pertama asal Nusantara. Ia mendapat ijazah pengajaran Shahih Bukhari yang isnadnya bersambung ke Imam Bukhari. Bahkan, salah satu karyanya di bidang hadits membuatnya mendapat julukan Pembangkit Ilmu Dirayah Hadits.

Mempertegas Peran Pengawasan Wakil Rakyat

 
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan lembaga representasi rakyat di tingkat daerah, lembaga ini juga menjadi unsur penyelenggara pemerintahan. DPRD memiliki sejumlah peran dan fungsi pokok, diantaranya adalah peran legislasi, kontrol dan penganggaran.

Berita Lainnya :

loading...