Memotret Gerakan Politik Identitas

Judul Buku    : Kekuasaan, Agama, & Identitas
Penulis        : Syamsurijal, dkk.
Penerbit        : Lintas Nalar, Yogyakarta
Cetakan        : I, Mei 2019
Tebal        : 234 Halaman
ISBN        : 978-623-7212-01-0

Peresensi        : Ahmad Fatoni
  Pengajar PBA Fakultas Agama Islam UMM


PERUBAHAN dramatis dalam perpolitikan Indonesia sejak kejatuhan rezim Orde Baru telah memberikan ruang bagi hadirnya demokrasi yang sesungguhnya. Politik lokal menjadi lebih terbuka dan sebagai penentu pembangunan di berbagai daerah. Buku ini memotret kondisi politik identitas di tingkat lokal sebelum dan setelah era reformasi sehingga dapat ditemukan perubahan-perubahan apa saja yang terjadi.
Selama ini, ketika berbicara politik, kebanyakan narasi yang disuguhkan kepada publik adalah narasi politik yang berlangsung di Jakarta (pusat), atau seputar politik elektoral yang elitis. Sementara, kebangkitan politik identitas sebagai fondasi untuk menapaki demokrasi yang lebih substantif, nyaris hilang.

Perajut Sajak dan Kesan Pembaca

Judul Buku             : Menolak Patuh ( Kumpulan Sajak )
Penulis                    : Anam
Penerbit             : Stelkendo Kreatif
Tahun                      : Mei 2019
Tebal                 : xii + 94 Halaman, 14 x 20 cm

ISBN             : 978-623-90393

Setelah membaca buku ini satu dua tiga malam, sepanjang malam, saya merasa lelah dengan daya pikir yang sangat babak belur ini. Melintasi ladang-ladang yang menanam kalimat, meghindari jalan raya, menyiapkan terobosan pada pagar berduri, seolah saya berjalan kaki saban hari sangat, sangat jauh, dengan memakai sepatu di atas tanah yang baru saja digemburkan. Pasti tahu kan bahwa perjalanan pikiran saya dengan buku kumpulan sajak ini tidaklah mudah.
Begini, proses ini agak rumit sebenarnya. Mereka, para peracik kata yang pernah saya temui bermacam-macam. Terkadang sangat sistematis. Percaya pada teori. Menyebut nama-nama kreator yang hebat dalam tiap zamannya. Agar terpercaya, begitu rupanya.

Perempuan-perempuan Penantang Takdir

Judul            : Waktu untuk Tidak Menikah
Penulis            : Amanatia Junda
Penerbit        : Buku Mojok
Tahun terbit        : Oktober 2018
Jumlah halaman    : vii + 178 halaman

Nomor  ISBN        : 9786021318768
Peresensi            :  Siti Faizatun Nisa’, mahasiswa  Pendidikan Sejarah
Universitas Negeri Malang

Bagaimana citra perempuan dalam cerita-cerita fiksi maupun film televisi belakangan?. Ada “Stereotip” terhadap perempuan sebagai sosok yang egois dan tidak pernah mau merasa bersalah. Ungkapan semacam “cewek selalu benar sedangkan cowok selalu salah”, “kebenaran hanya milik Tuhan dan selanjutnya milik perempuan”, jamak dijumpai di berbagai sosial media. Kenyataannya, benarkah begitu?
Buku kumpulan cerpen “Waktu untuk Tidak Menikah” tidak menggambarkan perempuan seperti itu . Keempat belas cerita pendek dalam buku ini memang tidak seluruhnya bertokoh utama perempuan, tapi sebagian besar begitu.

Berita Terkait