Trase Tol Geser 8 Meter, Muncul Temuan Baru


MALANG – Ada dua kabar gembira terkait kelestarian Situs Sekaran di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Pertama PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM) akhirnya memutuskan menggeser akses jalan tol  di seksi V STA 37. Kabar kedua, ada temuan penting lagi yang kian mengukuhkan keistimewaan situs di pinggir Sungai Amprong tersebut.
Terkait pergeseran akses jalan tol tersebut, diketahui dari hasil rapat di Kantor PT JPM.  Pelaksana proyek pembangunan tol Pandaan Malang mendapatkan hasil rekomendasi dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim.
”Tol bergeser 8 meter ke arah Sungai Amprong,’’ tegas Direktur Utama PT JPM, Agus Purnomo.
Penegasan itu disampaikan usai usai rapat koordinasi dengan BPCB Jatim, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Malang. Agus mengatakan jika pergeseran itu mengacu dari hasil ekskavasi yang sudah dilakukan BPCB. Di mana dari laporan yang disampaikan oleh pihak BPCB bahwa jarak tersebut aman.
”Kalau dilakukan pembangunan tidak akan mengenai struktur atau pondasi,’’ tegasnya.
Seiring dengan perubahan tersebut, saat ini pihak PT JPM pun sedang menyiapkan rencana trase tol, sekaligus penghitungan anggaran untuk pembangunan trase baru tol tersebut. Memang akan ada tambahan biaya, saat trase tol berubah. Namun itu tidak masalah. Pihaknya siap untuk melanjutkan pembangunan.
”Jenis konstruksinya, belum kami tentukan. Ada beberapa pilihan, bisa menggunakan teknologi kaki seribu, bisa juga menggunakan urukan tanah,’’ katanya.
Dia juga mengatakan, meskipun berada di sungai, tol tetap kuat dan aman. Karena konstruksi yang digunakan adalah konstruksi terbaik. Seiring dengan hasil rekomendasi ini, PT JPM dalam waktu dekat akan menyampaikan surat ke Kementerian PUPR. Dia pun mengatakan, pihaknya akan melakukan pekerjaan, setelah ada surat dari Kementerian PUPR.
Agus juga mengatakan, jika pihaknya sanggup untuk menghentikan pekerjaan, jika di lokasi pembangunan tol dengan trase baru nanti ditemukan situs lagi. ”Kami siap menghentikan. Kalau memang di area tersebut semuanya full benda cagar budaya, bisa juga seksi lima tak dilanjutkan pembangunannya. Tol Pandaan Malang cukup hanya satu sampai empat saja. Tapi itu jika ada temuan-temuan lain di lokasi itu,’’ urainya.
Sementara itu, Kepala BPCB Jatim, Andi Muhammad Said membenarkan bahwa tol bergeser delapan meter menuju Sungai Amprong. Pergeseran itu mengikuti deliniasi (garis batas) yang sudah dibuat oleh pihak BPCB.
”Kami sudah membuat garis deliniasi. Di mana melalui garis itu, kami jelaskan mana area yang boleh digali atau tak boleh digali,’’ ungkapnya.

Berita Lainnya :