Siapkan Skema Alternatif, Pemkab Masih Menunggu


TEMUAN Situs Sekaran memang menyedot perhatian. Itu karena situs yang berada di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Pakis ini berada di akses tol Pandaan-Malang. Situs ini berada di Seksi V, STA 37-700. Karena temuan itu, PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM), menghentikan sementara pembangunan tol di area tersebut.
Penghentiannya sampai menunggu hasil ekskavasi dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) keluar. Namun demikian, PT JPM sudah siapkan sejumlah rencana. Prinsipnya pembangunan tak akan merusak situs. Hal ini dikatakan Project Manager PT JPM, Indrawan Agustono dalam diskusi di Malang Post, Jumat (23/3) lalu.
Indrawan mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah rencana perubahan desain pembangunan. Di antaranya menggeser akses tol ke sisi timur. Untuk pergeseran ini, pihaknya sudah melakukan pengukuran.
"Yang terkena situs sekitar 13 meter di sisi barat. Rencana kami menggeser tol ke sisi timur paling tidak 10 meter. Untuk panjangnya masih belum tahu, tapi menyesuaikan dengan panjang situs," katanya.
Pergesaran posisi tol ke sisi Kali Amprong, bentuk jalan melayang dengan kaki seribu. Rencana lain yakni mengubah trase tol. Dimana trase tol Seksi V tidak dilewatkan area situs. Tapi dibelokkan di tempat lain. “Skema-skema itulah yang sedang kami buat. Mana yang akan digunakan, kami juga menunggu rekomendasi BPCB,’’ kata Indrawan.
Selain itu akan mengerahkan pengawas lapangan jika pengerjaan jalan tol masuk wilayah Madyopuro. Sehingga saat pengerjaan menemukan tinggalan yang diduga memiliki nilai sejarah, langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Ini karena PT JPM memang tak ingin merusak peninggalan bersejarah.  
Dua skema perubahan itu juga dibenarkan Direktur Teknik PT JPM, Siswantono. Bahkan dua skema perubahan jalan tol Pandaan-Malang ini juga disampaikan PT Jasamarga Pandaan Malang saat mengikuti rapat koordinasi dengan Badan Pengawas Jalan Tol (BPJT) dan BPCB di Jakarta beberapa waktu lalu.
”Kami betul-betul menunggu hasil ekskavasi ini. Itu untuk menentukan skema mana yang kami gunakan,’’ungkapnya. Dia mengatakan belum bisa membuat pilihan skema itu, mengingat di area situs terdapat arung, yang letaknya berada di tepi sungai.
”Jika arung itu menjadi bagian dari situs dan harus dilindungi, maka skema satu-satunya adalah mengubah trase. Itu sebabnya, saya mengatakan jika hasil ekskavasi itu sangat penting bagi kami untuk melanjutkan pembangunan jalan tol ini,’’ tambahnya.