Sediahkan Daging untuk Kaum Bangsawan Kolonial


MALANG - Bangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Malang di Jalan Kolonel Sugiono, Mergosono telah didapuk sebagai bangunan cagar budaya. Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, pun mencantumkannya dalam daftar bangunan bernilai sejarah. RPH menjadi bagian dari roda perputaran ekonomi masyarakat pra kemerdekaan di Kota Malang.
Saat masih di bawah otoritas pemerintahan kolonial Hindia Belanda, Kota Malang berkembang menjadi salah satu karesidenan yang maju. Terutama, sebagai kotanya para bangsawan Eropa yang ingin menikmati dingin serta sejuknya Kota Malang. Konsumsi daging sebagai makanan kaum bangsawan pun, mengalami peningkatan.
Pada tahun 1937, RPH dulunya disebut sebagai Abattoir. Yakni, tempat pemotongan hewan, yang setiap harinya bisa menyembelih 20 ekor sapi. Karena posisi Kota Malang yang saat itu merupakan ibukota karesidenan, ekonomi dan konsumsi daging berkembang dengan cepat. Sehingga, kolonial saat itu, memandang perlu ada Abattoir yang besar.
Abattoir yang baru ini, masuk dalam tugas pokok Dinas Kehewanan yang dikendalikan kolonial Belanda. Kebutuhan daging sapi yang diprediksi meningkat, akhirnya memastikan pembangunan Abattoir baru.
Selain memenuhi kebutuhan daging sapi, Abattori ini, berstatus sebagai Perusahaan Pembantaian, yang ditujukan meningkatkan keuangan daerah. Karena Kota Malang dihuni oleh bangsawan Belanda, sekaligus masyarakat lokal, jenis hewan yang disembelih di Abattoir, tidak hanya sapi, tapi juga babi.
Sehingga, Abattoir baru, juga menyediakan lokasi khusus untuk penyembelihan babi. Pembangunan Abattoir dimulai tahun 1937 dan finish pada Maret 1938. Secara resmi, Abattoir digunakan mulai 16 Maret 1938. Saat itu, Abattoir berada dalam pengawasan Dinas Kehewanan pimpinan drh R Slamet, yang menjabat dari September 1930, sampai Juni 1958.
“Kami sudah mendaftarkan gedung RPH sebagai bangunan cagar budaya karena usianya yang lebih dari 50 tahun, dan masih aktif digunakan sampai sekarang,” ujar Sekretaris TACB Kota Malang, Agung H Buana.(fin/jon)