Kiat Membangun Rumah Tangga Surgawi

Pernikahan merupakan sebuah penyatuan antara dua insan yang saling mencintai dalam ikatan halal. Setelahnya, mereka berdua akan mulai mengenal sebuah kehidupan baru bernama rumah tangga. Di sinilah, kewajiban dan hak antara suami dan istri harus dijalankan secara seimbang.
Buku “Seni Istri Memanjakan Suami” dan “Seni Suami Memanjakan Istri” ini adalah buku dua wajah dalam satu jilid yang utuh, ibarat dua sisi mata uang. Namun, buku berlatar sampul merah muda dan biru ini ber-ISBN sama. Buku ditulis oleh pasangan suami istri: Wiwid Prasetyo dan Siti Ning Rahayu. Mereka berdua menghadirkan bahan bacaan tepat guna sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Menggapai kebahagiaan yang hakiki yaitu membangun rumah tangga surgawi. Lantas, bagaimana caranya?
Kehidupan rumah tangga menjadikan manusia memiliki banyak pembelajaran menuju pribadi sejati. Karena di dalamnya, pasangan suami istri sedang melakukan keseimbangan dalam mengemban tugas masing-masing sesudah akad nikah—menjaga hak dan kewajiban sebagai suami dan istri. Dalam syariat Islam sudah diatur masalah rumah tangga dengan sangat tepat dan indah.
Seorang istri harus mampu menghayati perannya sebagai pendamping bagi suaminya sekaligus ibu bagi anak-anaknya. Di antara perkara terpenting yang harus diciptakan adalah ketenangan dan ketenteraman. Dua hal ini merupakan faktor terpenting yang bisa menjadikan suami berbahagia karena tempat tinggal yang bisa dijadikan tempat peristirahatannya (hal 28, Seni Istri Memanjakan Suami).
Seorang istri merupakan pakaian bagi suaminya, begitupun sebaliknya. Istri yang mampu menjaga diri, maka ia akan dimuliakan dan kehormatannya akan ditinggikan oleh Allah. Karena hal ini akan membuat suami tidak merasa khawatir atas kemampuan istri menjaga harga dirinya dan mendapati ridha suami.
Istri muslimah selalu menjadikan rumah tangganya sebagai ladang jihad. Malaikat akan memuji kita sebagai seorang hamba yang akan meraih surga, karena kita tidak pernah mengeluh dan selalu berupaya untuk menuntaskan pekerjaan demi meraih keridhaan suami (hal 130, Seni Istri Memanjakan Suami). Pahala besar bagi istri yang mengabdikan dirinya untuk menaati suaminya, dan semua itu akan berbuah surga yang bebas dipilih dari pintu mana saja.
Begitupun seorang suami sebagai pemegang kendali nakhoda rumah tangganya. Hal yang harus dimiliki seorang suami untuk menjadi imam bagi rumah tangganya adalah membekali dirinya dengan keimanan. Hal ini akan menjadi fondasi yang kokoh. Pernikahan selain sebagai penyatuan dua insan dalam ikatan halal, juga menyatukan dua keluarga. Suami istri dituntut untuk saling menjaga silaturahmi agar memperoleh kebaikan.
Kebahagiaan yang ingin dicapai dalam sebuah hubungan rumah tangga tentu tak hanya mencapai dunia semata saja, tetapi harus kita arahkan untuk kebahagiaan akhirat (hal 24, Seni Suami Memanjakan Istri). Bantulah istri untuk selalu menjalankan ketaatan pada Allah karena dari seorang istri akan terlahir generasi penerus. Seorang suami pun harus siap menjaga dan melindungi cahaya di dalam rumah tangganya.
Buku ini di dalamnya terdapat 30 kiat untuk membangun kebahagiaan dalam rumah tangga, dijelaskan sesuai syariat Islam. Karena tujuan lahirnya buku ini sebagai pegangan para suami dan istri yang ingin membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.
Uniknya, isi bukunya dibedakan setiap judul, antara sampul depan dan belakang serta siapa penulisnya di masing-masing judul. Selain memudahkan pembaca untuk memilih judul yang ingin dibaca, kita seakan-akan memiliki dua buah buku. Karena cover juga telah dibedakan warnanya.
Sayangnya masih terdapat beberapa kesalahan penulisan; salah ketik, kelebihan maupun kekurangan huruf. Tetapi, tidak mengurangi pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh penulis tersebut. Buku ini tidak hanya cocok dibaca oleh pengantin baru, tetapi juga cocok untuk yang sudah lama menikah. (*)

JUDUL BUKU    : 1. Seni Istri Memanjakan Suami
      2. Seni Suami Memanjakan Istri
PENULIS    : Wiwid Prasetyo dan Siti Ning Rahayu
PENERBIT    : Semesta Hikmah
CETAKAN    : I, 2018
TEBAL    : (xii + 144 halaman) dan (x + 162 halaman)
KETERANGAN    : Buku dua wajah dalam satu jilid
ISBN    : 978-602-509-065-3
PERESENSI    : Tri Jazilatul Khasanah (Mahasiswi Universitas Negeri Malang)

Berita Terkait