Gema Cinta Tersiar di RS Saiful Anwar

 
RSUD Dr. Saiful Anwar Malang menjadi latar cerita dalam novel Cinta Selalu Punya Cara untuk Pulang. Novel romance medis karya Ulin Nurviana ini ditulis dengan kekuatan riset. Tidak sepeti novel tema percintaan yang sudah banyak beredar, novel beralur campuran ini lebih menyentuh dalam segi isi. Pembaca akan dimanjakan dengan istilah-istilah dan tindakan medis yang akan menambah wawasan. Banyak pesan moral, juga nilai spiritual dan kemanusiaan.
Novel ini berkisah tentang dokter muda Alvin Mahendra, ko-asisten Novita Elsabet, dan petugas nonmedis Faya Amalia. Ko-asisten (ko-as) yaitu istilah umum untuk dokter muda yang sedang magang di rumah sakit. Keseharian mereka bertiga dalam menjalani sederet tugas, ternyata membuka lembaran percintaan yang menghiasi emergency room. Hingga saat yang amat dramatis pun menguji kehidupan mereka.
Sebelumnya, Alvin pernah dua tahun magang di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Lalu, ia dipindahtugaskan ke RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Alvin pernah melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada seorang gadis korban kecelakaan. Peristiwa dua tahun lalu itu membuatnya merasa bersalah, karena ia tidak sengaja menyentuh dada si gadis. Rasa bersalah dan menyesal semakin menerornya. Ia berniat konyol, ingin bertemu gadis dua tahun lalu dan meminta maaf, padahal keberadaannya saja tidak diketahui. Bahkan, ia ingin menikahinya (hlm 3-4 dan 108-111).
Keluarga Faya secara ekonomi kurang mampu. Ibunya sakit-sakitan dan ayahnya menceraikannya. Alvin laksana malaikat. Setiap Faya kesulitan, ia tampil sebagai penolong, seperti ketika sakit asma Faya kambuh. Faya begitu tegar dan ikhlas menjalani hidup. Bahkan ketika ibunya sudah frustrasi dengan penyakitnya, ia masih yakin bisa sembuh. “Sakit adalah cara Allah mencintai kita, jika kita menerima dengan ikhlas, akan jadi pahala dan pelebur dosa, Bu.”
Orangtua Vita dan Alvin ternyata bersahabat. Mereka bertemu dalam sebuah makan malam di Padi Resto Galeri untuk mengawali rencana perjodohan anaknya. Hari demi hari, perkara itu menghantui diri Alvin maupun Vita. Alvin dilema dengan hatinya, tak kunjung memastikan jawaban. Hingga suatu kesempatan, Alvin mengungkapkan semua pada Vita, “tidak ada cinta untuknya”. Ia amat berhasrat menolong seseorang dengan menikahinya. Tanggapan Alvin pada Vita tentang rencana perjodohan mereka: “Tidak ada salahnya kita jalani dulu, sejauh mana takdir berpihak, atau justru ada takdir lain di luar sana. Tidak ada yang tahu, karena kita hanya bisa merencanakan” (hlm 38-39).
Banyak kutipan (quote) bijak yang inspiratif, misalnya: “Jika kamu bukan dokter, apa kamu akan tetap meminta maaf? Belajarlah melihat orang bukan dari profesinya!” (hlm. 11). “Tidak pernah ada doa yang sia-sia. Jarak yang memisahkan adalah cara Allah membuatnya dewasa, adalah cara-Nya untuk membuatnya yakin bahwa keajaiban selalu ada, bahwa tulang rusuk tak akan salah pulang pada pemiliknya” (hlm. 174).
Tekad Alvin untuk menikahi Faya lahir dari lubuk hati terdalam, tersirat begitu mulia. Namun, tekad kuat itu menjadi keropos, lantaran Faya mengetahui semua rencana Alvin yang ingin menikahinya atas dasar rasa iba. Faya semakin membenci Alvin dan menjauh darinya. Alvin tak mau dianggap pengecut. Saran ayahnya: perbaiki niat dulu dan jika memang cinta ya harus dikejar.
“Aku akan menyelamatkanmu, Faya. Kau tidak akan menderita sendirian, aku akan menjagamu, jadi kumohon berjuanglah.” (hlm. 74). “Apa aku salah ingin menikahimu? Jika bukan karena ingin menolong, apakah kusebut ini cinta?” (hlm. 117). “Jika mencintai butuh alasan, maka aku tak punya alasan mencintaimu” (hlm. 150). “Apakah kamu bisa memberiku kesempatan lagi? Aku ingin memperbaiki semua. Rasa itu masih sama, tak berkurang sedikit pun. Aku tidak bisa melupakanmu. Aku, ingin menikahimu” (hlm. 173).
Jika kita pernah berkunjung atau sedang sakit dan dirawat di rumah sakit, kemudian membaca novel ini, akan memperoleh sensasi spesial. Novel ini juga cocok dibaca siapa saja yang berprofesi atau bekerja sebagai paramedis. Selain itu juga menambah spirit bagi para mahasiswa kedokteran, keperawatan, dan semacamnya. Temukan cinta sejati, jangan lelah berdoa dan berikhtiar. (*)
Judul : Cinta Selalu Punya Cara untuk Pulang
Penulis : Ulin Nurviana
Penerbit : Satoe, Sidoarjo
Cetakan : I, Februari 2018
Tebal : viii + 178 halaman
ISBN : 978-602-6679-20-8
Peresensi : Teguh Wibowo, Divisi Karya di FLP Jatim

Berita Terkait

Berita Lainnya :