Ekskavasi Lanjutan Situs Sekaran, Lembaga Swasta Bisa Bergerak

Dia menguraikan, rencana kegiatan yang dibuat berisi beragam. Di antaranya adalah nama lembaga yang akan melakukan ekskavasi harus jelas. Dalam lembaga itu SDM nya juga harus mumpuni, dan untuk pendanaannya juga harus ada.
”Ekskavasi memang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Tapi ekskavasi dilakukan oleh orang yang memiliki kompesensi di bidangnya, atau memiliki disiplin ilmu. Itu sebabnya, jika bergerak untuk ekskavasi, maka ketua timnya adalah arkeolog,’’ tambahnya.
Sementara untuk pekerjaan lain, seperti menulis buku, atau sosialisasi, bisa dilakukan oleh orang lain, sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Selama pelaksanaan kegiatan, tim dari lembaga swasta ini juga didampingi oleh institusi pemerintah.
”Tidak dilepaskan sama sekali, tetap didampingi pemerintah. Bisa dinas yang menaungi wilayah tersebut ataupun BPCB. Sehingga pekerjaan ekskavasi ini mendapatkan pengawasan dari pemerintah,” terangnya.
Dia mengatakan, selain mengisi waktu kekosongan, ekskavasi yang dilakukan swasta ini juga mempercepat identifikasi temuan. Dia tak menampik, jika lambatnya penanganan ekskavasi ini karena kurangnya dukungan pemerintah. Dan untuk melakukan kegiatan, pemerintah juga harus dihadapkan dengan sistem birokrasi.
”Waktu inilah yang bisa dimanfaatkan swasta untuk masuk,’’ tambahnya.
Untuk pengajuan izin penggalian atau ekskavasi dipastikan Ucoy tidak akan lama. Tapi demikian, pengajuan izin itu juga tak langsung diberikan. Tapi lebih dulu akan digelar rapat koordinasi dengan antara lembaga swasta dengan yang menaungi. Dari rapat itu pihak swasya akan melakukan paparan.
”Saat rapat koordinasi, selain instansi yang dituju, juga melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta BPCB. Hasil rapat koordinasi inilah, nantinya akan muncul rekomendasi, disetujui ekskavasi oleh lembaga swasta atau tidak,” tegasnya.
Sementara itu, sejarawan dari Universitas Negeri Malang, M. Dwi Cahyono setuju jika ekskavasi dilakukan oleh lembaga swasta. Bahkan, dia pun siap jika diminta tolong untuk terlibat dalam ekskavasi.
”Itu rencana sangat bagus. Apalagi Situs Sekaran merupakan peninggalan kuno yang perlu dilestarikan dengan cepat,’’ kata Dwi Cahyono.(ira/ary)