Ekskavasi Lanjutan Situs Sekaran, Lembaga Swasta Bisa Bergerak


MALANG –Tidak hanya institusi pemerintah saja yang dapat melakukan ekskavasi sebuah peninggalan kuno. Tapi ekskavasi juga dilakukan oleh lembaga swasta. Tak terkecuali dengan ekskavasi Situs Sekaran yang berada di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis. Saat ini, ekskavasi lanjutan untuk situs itu amat mendesak dan bisa dilakukan oleh lembaga swasta, dengan seizin institusi pemerintahan.
”Bisa dilakukan oleh lembaga swasta. Undang-undangnya juga ada, yaitu UU no 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Namanya arkeologi publik,’’ kata Arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho, kemarin.
Dihubungi Malang Post, Ucoy begitu dia akrab dipanggil mencontohkan salah satu kegiatan ekskavasi yang dilakukan lembaga swasta, yaitu Gunung Padang, di Jawa Barat.
”Ekskavasi situs itu dilakukan oleh lembaga swasta dan masih dilakukan pengerjaan hingga sekarang,’’ ungkapnya.
Ucoy mengatakan, jika arkeologi publik ini bekerja pada sebuah lembaga berbadan hukum. Lalu menggandeng arkeolog untuk melakukan kegiatan ekskavasi, sebagai moment untuk mengisi kekosongan di area situs.
”Jadi sebuah situs ditemukan, namun kemudian pemerintah belum melakukan sesuatu, kekosongan itu dapat dimanfaatkan oleh swasta,’’ ungkapnya.
Ucoy mengatakan, meskipun cukup mudah, namun bukan berarti tanpa syarat. Menurut Ucoy, lembaga swasta berbadan hukum ini, harus lebih dulu menyusun rencana kegiatan, menyiapkan SDM atau Sumber Daya Manusia (SDM) dan menyiapkan pendanaan.
”Jika swasta melakukan ekskavasi, maka pendanaan dan managemen seluruhnya diatur oleh swasta,’’ tambahnya.

Berita Lainnya :