Mental Gigih Sang Raja Cendol

Judul        : Madesu; Masa Depan Sukses
Penulis        : Danu Sofwan
Penerbit    : Pastel Books
Cetak         : 2018
Tebal        : 216 halaman
ISBN        : 978-602-6716-20-0

Peresensi    : Al-Mahfud,  penikmat buku, dari Pati,
enulis ulasan buku di berbagai media massa.


    
    Di balik sebuah kesuksesan, pasti ada perjuangan di belakangnya yang jarang orang lihat. Banyak orang memulai berbisnis karena tergiur kesuksesan orang lain, tanpa tahu proses jatuh bangun yang dilalui di baliknya. Karena yang dilihat hanya kesuksesan orang lain, ketika dihadapkan pada kegagalan orang akan merasa terpuruk, bahkan putus asa. Padahal, hal itu pula yang dilalui orang-orang sebelum sampai pada sebuah kesuksesan.

Nasihat Pernikahan Dari Rasulullah

Judul              : 24 Jam Bersama Nabi
Penulis          : Abu Bakar bin As-Sina
Penerjamah          : Drs. Syihabudin M.A.
Editor              : Ibnu Karim
Penerbit         : Safina
Tahun Terbit         : Pertama, April 2018

Jumlah Halaman     : 320 halaman
ISBN             :  978-602-5453-26-7
Peresensi         : Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso


    Rasulullah Saw.  pernah bersabda, “Pukullah anak-anak karena meninggalkan shalat pada usia tujuh tahun, pisahkanlah tempat tidurnya pada usia sembilan tahun, dan kawinkanlah mereka pada usia 17 tahun jika memungkinkan. Apabila perkawinan dilakukan, kemudian katakanlah, “Mudah-mudahan Alah tidak menjadikanmu dalam fitnah dunia, tidak pula di akhirat.”

Romantisme Dunia Remaja yang Jujur nan Indah

Kesan pertama saat membaca puisi-puisi dalam Kebun Puisi karya remaja Jambu ini adalah bagai  terbawa kembali pada kehidupan remaja yang indah dan tanpa beban. Tak hanya itu,  ingatan akan kampung halaman yang berisi kisah-kisah remaja yang indah juga hadir di dalamnya. Apalagi kisah cinta dalam kumpulan puisi itu juga menghiasi indahnya masa-masa remaja.
Terlebih setiap membaca puisi demi puisi dalam antologi ini,  mampu membuat refleksi diri dan memahami ternyata saat remaja dulu kita juga merasakan hal yang demikian. Ada rasa kangen, hingga kadang saat membacanya jadi  lucu-lucu sendiri dan kadang terkekeh-kekeh jika menghayati puisi tersebut.

Sepertinya bukan hanya beberapa orang saja yang akan merasakan sensasi seperti itu setelah membaca puisi-puisi remaja Jambu ini. Pembaca lain pasti akan merasakan hal yang sama. Apalagi jika sang pembaca memiliki background yang sama dengan para penulis yaitu remaja Desa Jambu di suatu daerah kecil di Kabupaten Kediri yang hidup di Desa yang tenang dan damai itu.

Berita Terkait

Berita Lainnya :