Dari Muslim Kekinian untuk Kebajikan Indonesia

Afeksi terhadap kawula muda sudah disampaikan Bung Karno puluhan tahun silam. Yang paling diingat tentu kredo ”beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Di era milenial ini, peran generasi muda kian strategis. Apalagi, Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada 2020–2030 dan puncaknya Indonesia emas di usia seabad 2045. Pada kurun tersebut, lebih dari separo warga Indonesia berada di usia produkif: 15–64 tahun. Buku Muslim Milenial ini adalah salah satu jawaban atas tantangan generasi muda milenial dalam memanfaatkan usia produktifnya. Buku kolaboratif yang ditulis 36 alumni Muslim Exchange Program (MEP), sebuah program pertukaran tokoh muda muslim Indonesia-Australia, ini menggugah para penyandang bonus demografi agar tidak hanya urun angan, apalagi berpangku tangan. Harus turun tangan.

Kisah Pelik Sepasang Kekasih

“Bagaimana cara berpisah yang baik?/ Kau tidak perlu bersedih dan aku akan tetap berbahagia/ jawabku dengan segenap kebohongan yang kumiliki//” hal. 11.
Kisah sepasang manusia memang begitu manis untuk diabadikan. Tentu saja untuk menyimpan kenangan atau pengalaman yang pernah dilakukan bersama. Seperti halnya sepasang sepatu, dua sisi akan selalu berlainan tetapi akan utuh ketika dihentikan.
Namun dalam perjalanannya, sepasang sepatu akan berpisah karena hal-hal yang tidak diinginkan. Bisa saja hilang karena dicuri orang lain, tertukar di pelataran masjid, atau terbawa banjir dan hilang entah ke mana. Begitu pula sepasang kekasih, dua insan yang tak akan bisa bersama terus menerus.
Apa jadinya jika Faisal Oddang, seorang penulis muda yang menyabet banyak penghargaan menuliskan puisi-puisi tentang kisah cinta yang begitu pelik?

Memimpin Pesantren Berbasis Manajemen Modern

Judul Buku    : Manajemen & Kepemimpinan Pondok Pesantren
Penulis    : Kompri, M.Pd.I
Penerbit    : Kencana, Jakarta
Cetakan    : I, 2018
Tebal        : 234 halaman
ISBN        : 978-602-422-242-0
Harga        : Rp 58, 000/-
Peresensi    : Ahmad Fatoni, Pengajar PBA Universitas Muhammadiyah Malang


Pesantren di Indonesia secara umum masih menghadapi permasalahan besar dalam hal pengelolaan. Penerapan manajemen tampak masih konvensional seperti tiadanya pemisahan yang jelas antara yayasan, pimpinan madrasah, guru, dan staf administrasi. Juga tidak adanya transparansi pengelolaan sumber-sumber keuangan dan penyelenggaraan administrasi yang tidak sesuai aturan baku organisasi.
Buku ini memberi gambaran konkret tentang manajemen dan kepemimpinan pesantren yang berkemajuan dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Dengan tetap mengusung slogan “menjaga paradigma lama yang baik, dan mengambil paradigma baru yang lebih baik”, pesantren perlu menerapkan ilmu manajemen yang memadai sesuai semangat zaman.

Berita Terkait

Berita Lainnya :