The Philoshopy of Ketupat

 
Kupat, Ketupat maupun Kupatan emang sangat kental dengan perayaan hari raya Idul Fitri. Kupat sendiri merupakan tradisi yang sudah dilaksanakan secara turun temurun khususnya di tanah Jawa. Kehadirannya ternyata tak hanya sekedar pendamping bagi opor ayam atau pun kuliner berkuah santan lainnya. Ketupat ternyata juga memiliki filosofi tersendiri. Eits, tapi GenZier tahu nggak bagaimana ceritanya Kupat bisa menjadi ikon lebaran umat muslim di Indonesia?

Lebih Asik Bikin Sendiri

MALANG - Sebanyak 32% GenZier dari total 250 responden memilih beli kue lebaran di toko nih Guys. mungkin karena faktor terlalu sibuk mudik ya Guys. sedangkan 68 % GenZier lebih memilih bikin kue sendiri di rumahnya maupun di rumah neneknya. Wah kenapa ya mereka mau repot-repot bikin kue sendiri? Berikut ini ada beberapa GenZier yang akan berbagi keseruannya saat bikin kue lebaran sendiri, simak yuk Gengs!
Bikin kue sendiri kata GenZier asal SMAN 7 Malang, Mitha Cahyani lebih seru dan bersensasi. Sensasi itu menurutnya, ada cobaan di setiap bikin kue. Dalam keadaan puasa, kita harus menahan godaan aroma kue bikinan sendiri. Ini nih yang kata Mitha seru dan bakalan jarang ditemui di hari lain.
“Rasanya kalau udah cium aroma kue lebaran pingin batalin puasa aja deh,” celetuknya.

Silaturahmi Lalu Rekreasi


HUBUNGAN silaturahmi gak cukup dari sekadar video call atau kirim wassap tiap hari. Lebaran menjadi momen membangun silaturahmi, baik dengan mereka yang dekat tapi jauh…setuju kan Guys!

Subcategories