Jujur Lebih Penting dari Ijazah


Empat tahun mencoba peruntungan berbisnis, Intan Choirunnisa saat ini tengah menuai hasilnya dengan usaha kulinernya yang tengah digandrungi masyarakat. Chay sapaan akrabnya berusaha menerobos bidangnya lantaran perempuan cantik ini merupakan lulusan Sarjana Hukum.
Bisa dikatakan keputusan berbisnisnya tersebut tanpa keahlian, diawal membangun bisnis dengan franchise lepas ini Chay bahkan tidak memiliki pengalaman bisnis dan juga tak pandai memasak.
Seperti perumpamaan orang Jawa bakat bisnisnya ini diawali dari nol puthul, sehingga untuk memahami rasa, ia perlu usaha keras dengan mengikuti cooking class khususnya dalam membuat martabak dan terang bulan. Dari les masak itulah, ia mulai mengetahui basic memasak produk yang dijualnya.
"Sebelum les saya sudah tau bagaimana membuat martabak dan terang bulan berkat belajar dari karyawan, baru ikut les supaya tahu rasa dan tekstur yang pas," terang owner Martabak Hawaii Blimbing ini.
Perempuan cantik yang juga pernah terjun dalam dunia modelling selama kurang lebih 3 sampai 4 tahun ini, beralih haluan lantaran ingin waktu bersama keluarga semakin banyak. Terutama waktu bersama dua anaknya. Jika kerja kantoran terikat waktu, berbeda halnya dengan berbisnis yang lebih fleksibel dan bisa banyak bersama anak dan suami.
Setelah berjalan, ternyata keputusannya untuk melepas pekerjaan kantoran usai melahirkan anak pertamanya ini bukanlah hal sia-sia. Pasalnya bisnis kuliner Martabak Hawaii Blimbung yang diseriusi tersebut berbuah manis. Selama empat tahun terbukti mampu bertahan dan terus dikenal oleh masyarakat, bahkan tak kurang dari 200 pcs terjual dalam waktu 6,5 jam setiap harinya.
"Bisa menembus 200 ke atas setiap harinya itu bagi saya luar biasa karena kuliner martabak dan terang bulan sangat banyak di Kota Malang baik pedagang gerobak maupun yang sudah punya nama," urainya.
Chay menuturkan, terlebih di tengah persaingan bisnis yang ketat untuk mendapatkan customer yang loyal sangatlah susah.
Sehingga inovasi terus diadakan agar bisa menepis kebosanan, pembaruan terus didakan baik menambah topping dan varian serta rasa. Kualitas juga benar harus diprioritaskan, misalnya rasa pandan yang benar-benar terbuat dari pandan. Hingga memiliki lahan pandan sendiri, agar ketersediaan bahan selalu ada.
"Begitupun kalau ada yang komplain misalnya kami salah memberikan pesanan customer pesan ori dapatnya varian lain itu pasti kami ganti saat itu juga," tegas perempuan berkulit kuning langsat ini.
Menurutnya, lebih baik kehilangan satu terang bulan daripada kehilangan satu customer. Produk yang sudah dikenal di Malang dan pengalaman pertama Chay berbisnis ini kuncinya adalah menomorsatukan pelayanan. Bertatap langsung dengan pelanggan merupakan suatu energi positif untuk perbaikan ke depan.
Demikian pula kenyamanan karyawan turut ia jadikan prioritas. Bahkan sistem kerja lebih mengedepankan kekeluargaan untuk menciptakan suasana tentram.
"Kalau yang melamar kerja di sini kami tidak terlalu memperhatikan CV atau ijazah namun lebih ke jujur dan giat bekerja, karena mencari karyawan dengan dua kriteria tersebut tidaklah gampang," tandas perempuan cantik ini.(lin/ary)

Berita Lainnya :