Ciptakan Produk Ramah Lingkungan


Berbekal kemampuan dasar dalam bidang jurnalistik di bangku SMA, Vetty Izza Ayurahma bisa meraih prestasi di tingkat internasional. Bahkan melalui prestasi yang diraihnya, ia mampu menghasilkan produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan untuk dipasarkan.
Itulah yang dirasakan oleh perempuan yang akrab disapa Vetty ini. Ia menceritakan, berbagai prestasi yang ia raih, tak lepas dari bekal kemampuan di bidang non akademik. Seperti dasar jurnalistik, organisasi dan bidang akademik yang ia tekuni sejak duduk di SMAN 1 Kota Malang.
"Apa yang aku dapat saat ini tidak lepas dari apa yang aku kerjakan saat di bangku SMA. Memang benar apa yang aku geluti di luar jam pelajaran bisa aku panen saat duduk di bangku kuliah. Baik secara individu maupun bersama teman-temanku," ujar Vetty kepada Malang Post.
Mahasiswi Manajemen Sumberdaya Peraiaran, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya ini, sangat bangga dengan prestasi-prestasi yang ia raih. Terakhir tahun 2018 lalu ia meraih Juara 1 International Call for Paper The 7th Java Business Competition bersama teman-temannya.
"Terakhir aku bersama temen-temen mampu meraih juara tingkat internasional. Saat itu kami membuat produk yang diberi nama Lampre  atau Lamp Protector Eco-matic yang ramah lingkungan," papar perempuan kelahiran Malang 27 September 1996 ini.
Ia menguraikan, produk lampu yang ia buat memiliki enam keunggulan sekaligus. Yakni sebagai lampu yang mengeluarkan aroma relaksasi, bisa mengusir nyamuk tanpa asap. Dan bisa digunakan untuk speaker untuk mendengarkan lagu.
“Produk yang kami buat ramah lingkungan karena bahan dasarnya sisik ikan, aroma yang dikeluarkan berasal dari tumbuhan herbal yaitu tanaman nilam dan hemat energi,” tegasnya.
Apa yang ia kerjakan tersebut, karena terinspirasi dengan limbah-limbah ikan. Karena itu, ia membuat lampu eco matic yang berbahan dasar kulit ikan.

"Begitu juga dengan aromaterapinya yang ramah lingkungan berasal dari bahan herbal yang juga dipelajari di perkuliahanku. Yaitu bagaimana manajemen menjaga lingkungan," paparnya.
Dalam kompetisi ia mendapat pesaing dengan karya sangat keren-keren dan tak kalah menariknya. "Karena kompetisi ini nantinya juga berakhir di bisnis. Jadi ada macam-macam jenis bisnis yang ditampilkan dan menginspirasi," bebernya.
Mulai dari produk e-commerce, offline shop, bisnis makanan, bisnis fashion dan beberapa bisnis lain. Namun dalam kompetisi tersebut, produk yang ia garap berbeda dengan bisnis yang sudah banyak dijual di supermarket atau mall.
"Karena lampu yang kami buat ini bukan lampu biasa yang hanya mengunggulkan nilai estetikanya. Tapi juga menonjolkan nilai etika terhadap lingkungan menjadi keunggulan. Apalagi di Indonesia masih belum ada lampu dengan keunggulan seperti produknya," urainya panjang.
Saat ini, ia terus memasarkan produk ramah lingkungan yang dobuat bersama tim. Serta terus berinovasi mengembangkan produk yang ia buat.  Tak tanggung-tanggung, saat ini pangsa pasar untuk produk ramah lingkungan tersebut diutamakan kelas menengah ke atas. Rencana ke depannya ingin kerjasama dengan hotel, guest house, villa, hingga apartemen yang menurutnya sangat perlu memiliki produk yang ramah lingkungan.(eri/ary)

Berita Lainnya :