Berkat Motivasi Orangtua


Berusia muda, cantik dan berprestasi itulah yang rekat dengan perempuan bernama Bunga Arbela. Olahraga panahan adalah pilihan Bunga untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya. Sehingga berbagai kejuaraan hingga tingkat provinsi telah diikutinya dan diraihnya.
Perempuan yang kini tengah menmpuh kuliah di Universitas Negeri Malang ini tengan mengoleksi beberapa medali emas dari kejuaraan yang telah diikutinya. Pada tahun 2016 lalu di PON Jawa Barat ia mengharumkan Jawa Timur, berkat perolehan satu emas dan tiga perunggu.
“Saya sangat beruntung, bukan karena prestasi yang saya raih. Tetapi berkat dukungan dan arahan dari ayah saya. Sejak SD, saya dikenalkan dan difasilitasi untuk ikut dalam olahraga panahan,” ujar Bunga.
Perempuan pemalu ini, mulai cinta dengan hobi memanah juga berkat ayahnya. Saat ini satu tempat di Persatuan Panah Indonesia (Perpani) Kabupaten Malang menjadi rumah keduanya untuk meniti karir.
“Saya bisa masuk dalam tim Kabuapten Malang karena termotivasi dari semangat orang tua yang telah susah payah mengantar anaknya hingga seperti saat ini. Hal itu yang membuat saya giat berlatih. Ya tentunya ingin membahagiakan kedua orang tua,” terang perempuan kelahiran Malang,15 Oktober 1998 ini.
Meski telah beberapa gelar berhasil dikalungkan perempuan yang hobi menggambar ini, Kegagalan dan permasalahan juga kerap dihadapinya. Mulai dari permasalahan alat, fisik dan mental. “Kegagalan dan masalah memang selalu ada. Namun dengan keyakinan dan doa semua akan bisa kita lewati. Dengan begitu, peluang bisa meraih prestasi lebih tinggi akan selalu ada di depan mata,” pungkasnya. (eri/udi)