Belajar dari Lomba

Tesya Saragih
Smart Beauty
JUARA berbagai lomba Master of Ceremony (MC), membuat Tesya Saragih menjadi sosok mandiri diusianya yang baru menginjak 18 tahun. Sejak kecil, ia belajar banyak hal dari berbagai lomba yang diikuti. 
"Karena sudah terbiasa nggak suka minta uang ke orang tua, jadi kalau pengen sesuatu  saya harus ngejob (MC) dulu, baru beli pakai uang ku sendiri," kata siswi SMAN 8 Malang ini. 
Sebelumnya, putri sulung dari dua bersaudara ini pernah meraih juara satu pada kompetisi MC yang diselenggarakan Oneng Sugiarta. Kemudian juga pernah meraih juara satu sebagai announcer, serta meraih juara tiga dalam kompetisi dance tingkat Jawa Timur yang diadakan Universitas Ma Chung.
Keluarganya selalu mendukung Tesya mengasah bakat di bidang non akademik. Tesya juga pernah mengikuti kelas khusus MC untuk mengasah kemampuannya sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan diri.  
Meskipun Tesya sering meraih prestasi di bidang non akademik, namun hal itu tak membuatnya melupakan kewajiban pada bidang akademik. Libur sekolah yang cukup panjang diisi dengan mengambil kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris, Pare, Kediri.
"Karena sudah kelas XII, jadi pengennya fokus belajar (akademik) dulu. Saya ingin kuliahdi kedokteran gigi Universitas Jember (Unej)," lanjut gadis cantik Putri Kartini Malang Post Best Catwalk 2018 ini. 
Sejauh ini, Tesya mengidolakan sosok Miss Indonesia ke-5 Acha Sinaga, yang ternyata merupakan sepupunya sendiri. Dengan melihat sosok sepupunya tersebut, Tesya menjadi terus termotivasi untuk terus melakukan hal positif dan meraih prestasi baik itu di bidang akademik maupun non akademik.
"Aku pengen banget bisa seperti dia, bisa jadi public figur yang menginspirasi sebagai Miss Indonesia," ujar gadis berambut sebahu ini.
Namun Tesya menambahkan, bahwa sosok utama yang paling menginspirasi dan mampu memotivasinya hingga terus berusaha meraih mimpinya adalah sang ibu. Tesya mengatakan bahwa ibunya sejak awal terus mendorong dan mengarahkannya mengasah bakat di bidang seni.
"Ibu selalu anterin aku kemana-mana, selalu mengarahkan. Kalau nggak ada ibu, bakat ku nggak mungkin ada," terangnya.
Selain itu, Tesya menambahkan upaya keras yang ia perjuangkan selama ini untuk membanggakan keluarga. Meskipun waktunya banyak dihabiskan untuk kegiatan di luar rumah untuk mengasah bakatnya sebagai pembawa acara, model, maupun dancer, Tesya tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas utama.
"Pokoknya motivasi ku berusaha kayak gini demi membahagiakan keluarga dan tidak menyusahkan keluarga," pungkasnya. (mg3/van)  
 

Berita Lainnya :