Aksi Melalui Komunitas


PELESTARIAN lingkungan merupakan kewajiban semua pihak. Apalagi saat ini masalah lingkungan menjadi isu sensitif.  Jika terjadi kerusakan alam, semua pihak angkat bicara. Begitu juga dengan Vanessa Astari.
Sejak tahun 2018 lalu, Vanessa mendirikan High Hopes Comunity. Yakni komunitas yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan. "Isu sosial dan lingkungan perlu terus didengungkan. Karena pembahasan tentang kemiskinan, ketidakadilan hingga kerusakan lingkungan tanggung jawab bersama," paparnya.
Kini mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (UB) ini mengajak berbagai kalangan melakukan tindakan pro lingkungan hidup. Khususnya generasi milenial agar peduli.
Melalui komunitas yang didirikannya 27 Desember 2018 itu, Vanessa ingin ada sebuah gerakan yang turun langsung ke jalan. Bahkan lebih dari itu, melalui komunitas yang digawanginya diharapnya mampu memberikan bantuan bagi yang membutuhkan.
"Komunitas ini merupakan salah saru cara mengajak anak muda untuk peka terhadap isu sosial dan lingkungan," papar perempuan kelahiran Bekasi, 24 April 1997 ini.
Karena menurutnya, melalui komunitas tersebut akan ada aksi nyata. Tidak hanya berkutat dalam teori. Ia mencontohkan kegiatan yang telah dilakukan. Di antaranya, aksi cinta lingkungan di Jalan Ijen, pengumpulan pakaian layak pakai untuk korban tsunami di Palu dan menyalurkan bantuan lainnya.
"Saat ini yang masih jalan adalah charity untuk korban banjir di Sulsel bersama 52 orang yang tergabung dalam komunitas," imbuhnya.
Vannesa yang juga Roro Duta Desa Wisata Kabupaten Malang 2018 mendapat tantangan dalam mengelola komunitasnya.  Salah satunya, menjaring anggota dan menjaga keaktifan mereka. Ia mengungkapkannya karena dalam menjaring anggota komunitas bersifat suka rela. "Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan. Karena bisa ngajak orang berbuat kebaikan, kenal orang baru dan tukar pikiran,” tutur wanita ramah ini.
Ia tak mau komunitasnya hanya bertahan sesaat. Karena itu, rencananya Vanessa akan memperluas konsentrasi ke berbagai isu. Ia mencontohkan seperti membuat charity bantu korban bencana, charity untuk warga tak mampu yang butuh  bantuan karena sakit keras.
"Serta social awareness tentang penanganan terhadap penderita mental illness. Terakhir kami buka aksi dan charity untuk lingkungan hidup semisal dana bantuan guna konservasi badak Lampung," pungkasnya. (eri/van)

Berita Lainnya :