Training Camp di Jerman

 
Yossy Aditya Nugraha menjadi salah satu atlet asal Malang yang turut berpartisipasi di perhelatan olahraga terbesar tingkat Asia yang baru saja berakhir beberapa waktu lalu. Turun di cabang olahraga Sepatu Roda membuat namanya kian melambung, terlebih saat ini ia masih duduk dibangku SMA.
Menjadi salah satu perwakilan Indonesia pastinya nggak dilalui dengan mudah. Siswa kelas 12 SMAN 2 Malang  tersebut telah menekuni olahraga sepatu roda sejak kelas 3 SD tepatnya tahun 2009. Siapa sangka, bakatnya di sepatu roda justru muncul karena trauma di olahraga BMX lho gengs. 
“Saat TK aku pernah main BMX kemudian jatuh dan ditabrak oleh lawan-lawan yang jauh lebih gede. Setelah itu akhirnya aku gabung dengan club sepatu roda di Rampal berkat dukungan Ayah yang emang juga mantan atlet,” jelas Ochi, sapaan akrabnya.
Berkat ketekunan, kesungguhan dan dukungan orang tua juga, Ochi memiliki sederet prestasi lho gengs. Karirnya bersinar sejak awal tahun 2015 yang saat itu berhasil masuk dalam squad Pemusatan Latihan Daerah (PELATDA) Jatim untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dilaksanakan di Jawa Barat pada tahun 2016. Nggak tanggung-tanggung lho, Ochi langsung menyabet 2 medali emas dan 1 perak.
Perjalanan karirnya pasti nggak mulus-mulus aja. Saat mengikuti seleksi Asian Games 2018, ia sempat gagal lho karena sengitnya persaingan. Namun mental juaranya memang nggak diragukan, pada bulan Desember ia mencoba peruntungan yang kedua untuk ikut seleksi. Dan waaoo, ia terpilih mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (PELATNAS) untuk berlaga di Asian Games 2018.
“Demi persiapan Asian Games 2018,  aku mengikuti training camp di Jerman selama satu bulan dan ikut event European GP serta Swiss Marathon yang berhasil meraih juara 2 kelas Junior,” sambungnya.
Sederet prestasi juga telah ia kantongi selama menekuni sepatu roda tersebut. Mulai dari tingkat lokal yaitu Piala Ibu Negara dan Bupati Malang Cup 2018 hingga prestasi Internasional yang pernah ia torehkan di Cina pada tahun 2017.
Rasa Haru dan Bangga pasti Ochi alami ya gengs. Siapa sih yang nggak ingin membela Negara untuk sebuah ajang yang sangat berngengsi. Meskipun belum bisa meraih hasil maskimal, tapi ia bersyukur karena sebagai Junior yang masih berusia 17 tahun sudah bisa bersaing dengan seluruh seniornya. 
“Berkat sepatu roda, aku bisa membela negara dan juga keliling luar negeri. Kejuaraan berikutnya aku akan berusaha lebih keras lagi mengingat jenjang karirku juga masih cukup panjang,” pungkas remaja yang asli kelahian Malang tersebut. (*/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :