Teruslah Jadi Diri Sendiri


RUNNER Up Putri Kartini Malang Post 2019 Araisa Sabrina Daniaridevi punya prinsip ‘being yourself is the prettiest thing you can be’. Hal ini pula yang membuat dirinya menjadi semakin pede, untuk melangkah lebih lanjut di ajang Putri Kartini 2019. Meski awalnya, dara berparas ayu ini mengaku sempat minder.
“Nggak nyangka bisa jadi runner up Putri Kartini. Soalnya terkadang masih suka minder sama temen-temen yang lain. Tapi aku sadar, bahwa setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi aku ya percaya sama kemampuan diriku sendiri sih,” jelasnya saat diwawancarai oleh kru genzi.
Kelahiran Yogyakarta, 6 September 2002 ini mengaku terkejut karena bisa meraih gelar yang bergengsi seperti di ajang Putkar Malang Post. Karena hampir setiap rangkaian proses seleksi, mulai tes bakat, deep interview, hingga grand final, ia mengaku selalu memendam perasaan minder. Terutama melihat penampilan-penampilan dari peserta yang lain.
Di tahap unjuk bakat, perempuan yang akrab disapa Aca ini memilih menampilkan catwalk. Alasannya, karena ia sudah menekuni bidang itu sejak di bangku SMP. Membuat dirinya mantap memilih catwalk untuk dijadikannya modal melangkah di Putri Kartini 2019. FYI Aca juga pernah meraih juara empat, lomba fashion di M-Teens School Competition 2013 dan juga menyabet gelar putri favorit di Putra-Putri Bhawikarsu.
“Aku lebih sreg menampilkan bakat catwalk, karena aku merasa itulah bakat yang paling dikuasai,” ujar siswi SMAN 3 Malang ini.
Baginya, ada orang berjasa dalam setiap langkahnya menjalani kehidupan, terutama di masa-masa remaja. Orang yang ia maksud adalah seorang ibunya. Meski sedang menempuh pendidikan S3 di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB), ibunya masih bisa menyempatkan waktu untuk peduli terhadapnya. Sehingga ia termotivasi untuk melangkah lebih jauh, untuk menjemput berbagai kesuksesan di masa depan.
“Ibu selalu support aku, mulai dari hal-hal besar sampai hal-hal yang detail. Ibu selalu ada waktu buat aku,” ujarnya sambil tersenyum.
Aca yang juga berkeinginan masuk FKUB ini mengaku termotivasi ikut ajang Putri Kartini 2019 karena mengidolakan sosok ‘pahlawan emansipasi’, Raden Ajeng Kartini. Dengan menyandang gelar runner up Putri Kartini 2019, ia merasa bangga karena bisa memaksimalkan potensi yang terdapat dalam dirinya.
“Perasaannya jadi runner up seneng pastinya dong. Padahal awalnnya tidak nyangka, bangga bisa bawa nama baik keluarga dan SMAN 3 Malang,” ungkapnya.
Setelah menjadi salah satu jawara di Putri Kartini 2019, ia mempunyai ide-ide yang bisa memberikan inovasi-inovasi di bagian media sosial Putri Kartini malang Post. Seperti ‘make a friends in a comment’ dengan memanfaatkan kolom komentar di media sosial untuk sarana mencari teman baru yang mempunyai passion yang sama. Lalu, dirinya juga berkeinginan memanfaatkan IG TV untuk membuat talkshow mini, dengan mengisi konten-konten positif yang berkaitan dengan anak muda.
Tidak lupa, untuk paguyuban Putri Kartini pada masa baktinya, ia berharap membuat nama Malang Post semakin moncer kepada publik. Dengan menginisiasi program kerja yang bisa diterima oleh masyarakat secara luas.
“Harapanku buat Putri Kartini kedepan, semoga semakin kompak, semua program kerja bisa berjalan dengan lancar dan maksimal. Kemudian, bisa menjaga nama baik Malang Post juga,” pungkasnya. (luqman/oci)

Berita Terkait