Save Our Heritage

 
KALAU Malaysia punya Penang sebagai salah satu kota warisan dunia, Indonesia juga punya Malang. Buktinya, setiap hari Malang ramai dengan wisatawan yang datang hanya untuk melihat bangunan-bangunan tua. Ada balai Kota Malang, Wisma Tumapel, Ijen, dan masih banyak lagi.
Dari hasil survey, rupanya ada beberapa bangunan tua yang jadi favorit GenZier. Wisma Tumapel ada di urutan pertama, disusul Museum Brawijaya, Area Kayutangan, Toko Oen, Stasiun Kereta Api Kota Lama, Hotel Niagara Lawang dan Gereja Ijen.
Sayangnya, sejumlah bangunan tua ini tak terawat. Bahkan, ada beberapa yang rusak. Kondisi ini sangat memprihatinkan ya guys!
"Keindahan Kota Malang ini bukan main, membuat wisatawan dan turis kagum. Tapi yang harus digaris bawahi itu adalah jangan merusak apapun yang ada di bangunan tua, karena semua sudah ada undang undang dan hukumnya," ujar Efanillah Rahma dari SMK Nasional Malang. 
Banyak bangunan tua yang terbengkalai dan tak terawat, membuat yang memandang menjadi suram.
"Bangunan tua yang saya ketahui di Malang adalah Wisma Tumapel. Sebelum renovasi banyak dinding yang retak kusam dan banyak sarang laba laba, kalau dilihat di depan kelihatan sangat tidak dirawat," kata Efa. 
Eksistensi bangunan tua juga menarik perhatian Mochaman Agung Syahputra Setiawan. Mahasiswa jurusan Pariwisata Unmer ini berpendapat, baginya bangunan tua di Kota Malang bisa lebih dirawat dan dijaga kondisinya agar tetap baik dan dapat dijadikan tempat wisata baru di Kota Malang
"Banyak bangunan tua yang tak terawat, harusnya bangunan itu bisa dirawat dan dapat menjadi kekuatan pariwisata Kota Malang yang baru. Seperti contohnya di Jawa Tengah ada Lawang Sewu," ujar mahasiswa yang akrab disapa Agung ini.
Menurutnya lebih baik bangunan tua itu tidak dianggurkan, karena sangat disayangkan, kalau bisa jadi hal yang bermanfaat kenapa tidak? 
"Setidaknya bangunan-bangunan itu bisa hidup kembali, meski tidak menjadi fungsi awalnya, mungkin bisa menjadi tempat lain, dengan sedikit renovasi tanpa mengubah keseluruhan, bukan malah di robohkan," imbuh Agung. 
Mengenai banyaknya bangunan tua yang dirobohkan, hati Agung jadi bimbang. Karena disisi lain ada positif dan negatifnya. 
"Bangunan tua bisa untuk bank, cafe atau rumah yang lebih aman tanpa takut roboh. Namun disisi lain sangat disayangkan, karena bangunan tua adalah warisan Belanda yang enak dinikmati arsitekturnya. Kasihan anak cucu kalau tidak bisa menikmati saksi bisu sejarah tersebut, " pungkas Agung. (*/oci)

Berita Lainnya :