Pertemanan Terhalang Utang

 
Ngurusin utang sama teman itu memang serba salah. Mau menolak sejak awal kok nggak enak juga. Kalau memang lagi ada, nggak ngasih pinjeman kok rasanya jahat banget. Lagian apa salahnya membantu teman, toh, suatu saat nanti bisa jadi kamu juga butuh bantuan. Tapi yang namanya teman ada juga yang nggak tahu diri. Suka mendadak amnesia kalau sudah menyangkut utang. Ada sebanyak 85% GenZier dari hasil penelusuran GenZi yang pernah punya temen amnesia utang loh.
Tipe penghutang seperti ini akan khusus lupa hanya pada utangnya. Kalau nonton film seru atau gosip terbaru, mereka bisa mengingat semua dengan sempurna. Tetapi giliran ditanyakan mengenai utangnya dia akan bilang kalau lupa. Pura-pura lupa ini digunakan sebagai jurus pamungkas demi memusnahkan utangnya. Solusi untuk menghadapi si pura-pura lupa adalah pantang menyerah. Kalau dia konsisten pura-pura lupa, kamu juga bisa konsisten dong untuk menagihnya.
GenZier asal SMAN 9 Malang, Yasmin A. Jannata adalah salah satu GenZier yang punya teman amnesia sama utang. Berawal dari temannya yang meminjam uangnya untuk membeli buku pelajaran sih katanya. Yasmin yang iba akhirnya meminjamkan uangnya. Temannya berjanji akan mengembalikan uangnya di awal bulan. Tapi sampai 3 bulan berlalu tak kunjung dibayar, sedangkan Yasmin lagi butuh banget uang untuk keperluannya.
“Kalau aku tagih sih biasanya dia bilang minggu depan ya, sama muka melas gitu. Aku nggak tahan sih lihat muka melas gitu. Akhirnya ditunda-tunda terus sampai aku lupa kalau dia punya utang sama aku. Padahal uang yang dia pinjam itu sebenarnya mau aku buat service motor. Alhasil aku jadi minta orangtua lagi karena ulahnya. Sebel sih sebenernya, tapi yaudah lah ikhlasin aja daripada panjang,” cerita mahasiswi berwajah manis ini.
Kalau Yasmin orangnya nggak mau ribut, lain cerita dengan GenZier asal Universitas Brawijaya, Laillatul Faizah yang nggak berhenti ngejar sahabatnya yang pura-pura lupa utangnya. Bukan karena pelit atau perhitungan, tapi Laillatul meyakini bahwa ketika temannya tidak membayar utang maka akn menjadi dosa di akhirat kelak. 
“Meski aku sudah mengikhlaskan, tetap saja menurutku harus melunasi kewajibannya sampai selesai. Kapan pun dia bayar deh, pokoknya jangan sampai dilupakan,” terangnya.
Kabarnya sang sahabat meminjam uang untuk membayar kekurangan biaya uang kuliah. Untuk keperluan seperti ini, Laillatul tidak mempersulit temannya. Ia pun meminjamkan dengan catatan harus dikembalikan secepatnya. Sejak dipinjami uang, temannya selalu menghindar jika bertemu. Jika ditanya soal utang, ia akan mengalihkan pada pembicaraan lain.
“Padahal kalau ketemu juga aku Cuma mau bilang kalau emang nggak ada uang nggak papa, jangan sampai menghindar gitu. Aku pun juga ngirim pesan lewat whatsapp buat bilang kayak gitu. Dia Cuma bilang janji minggu depan, atau bulan depan. Aku kejar terus emang, bukan ngejar uangnya, tapi ngejar pertemanan yang terhalang utang ini. Aku sih yang penting jangan putus sahabatan gara-gara hutang,” pungkasnya.
Sebenarnya utang itu bukan masalah nilainya. Dan kalau memang dia belum ada uang sih malah nggak apa-apa. Tapi masalahnya, kalau dia bisa beli ini dan itu liburan ke sini dan ke situ, kenapa bayar utang ke kamu yang nggak seberapa itu nggak bisa? Lupa atau pura-pura lupa? Jadi, untuk menghadapi teman-teman yang nggak tahu diri semacam itu, kamu hanya punya dua pilihan. Menagih dengan berbagai cara, atau ikhlasin aja. (*/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :