Part-Time Job is A Great Way


MALANG - Kuliah sambil kerja? Why not? Berdasarkan hasil survei, 69% GenZier dari total 300 GenZier lebih memilih memulai bisnis pribadi sambil melanjutkan studi-nya. Sedangkan 31% memilih menempuh studi sambil menjadi karyawan di sebuah instansi. Gimana sih kehidupanmu setelah menjalani kuliah dan bekerja nanti? Apakah kuliah bakal keteteran? Bagaimana agar keduanya berjalan lancar? Ini nih, kisah dari GenZier yang menempuh studi sambil kerja, check this out!
"Write, Do, Repeat!" adalah kata-kata yang terus dipegang teguh pemilik Morfeen Store, Fandi Akhmad Akbar. Tiga kata itulah yang membuat dirinya berhasil memanajemen waktu antara kuliah, bisnis, dan waktu pribadinya. Ia selalu membiasakan diri untuk mencatat dan membuat jadwal segala hal yang akan dilakukan agar menjadi seseorang yang disiplin. Dibalik omzet-nya yang menjapai Rp 8 juta perbulan, ia juga berhasil meraih IP (Indeks Prestasi) 3,9 loh di awal tahun masa kuliahnya. Gimana sih perjalanan bisnis dan studi GenZier yang satu ini? Simak kuy!
Sejak tahun 2013, cowok berkulit hitam manis ini telah tergila-gila dengan kaos produksi distro. Bahkan bisa dibilang maniak terhadap kaos distro, dengan kemasan dan desain yang catchy dibalut dengan bahan yang berkualitas. Selama sebulan, ia bisa menghabiskan Rp 500 ribu hanya untuk menuruti kegilaannya ini. Di sisi lain, ia sadar, ekonominya tidak lebih dan masih banyak kebutuhan lain yang lebih penting. Alhasil, muncullah ide-nya untuk membuat sebuah brand kebanggaanya sendiri, yaitu Morfeen.
“Awalnya saya mendapatkan modal usaha dari penjualan kaos kelas saat SMK, kebetulan kelas saya sendiri. Sempat gagal sih, gara-gara produksi-nya tidak sesuai, tapi beruntung saya tidak pernah mundur. Saya buat lagi kaos pertama untuk Morfeen, dengan tagline Beyourself! Dengan sistem Pre order. Alhasil banyak orang menyukai tagline tersebut karena dirasa memberikan pesan moral dengan simple,” ceritanya pada kru GenZi.
Menginjak bangku kuliah, ia mengambil jurusan manajemen di STIE Asia. Karena urusan bisnis-nya sudah memiliki jam terbang yang cukup tinggi, ia memutuskan mengambil kelas karyawan. Ia memadatkan kegiatan kuliah pada hari Sabtu dan Minggu.
“Aku juga nggak ngambil kegiatan organisasi, takut nggak ke-handle kerjaan lain. Kuncinya selama kuliah biar nggak keteteran adalah selalu mengerjakan tugas tepat waktu, aku anti yang namanya menunda pekerjaan. Alhamdulillah, awal semester IP-ku 3,9,” ujar cowok yang juga anak band ini.
Kebiasaan membuat jadwal kegiatan harian menjadi sebuah ritual yang tidak pernah dilewatkan pebisnis muda ini.
“Semua jadwal kegiatan saya catan di noted PC kantor secara rinci, dimulai dari bekerja, membuka bisnis, kuliah bahkan jadwal manggung band juga. Jadi tidak akan pernah ada yang terlewatkan dari catatan tersebut,” sambungnya.
Ketelatenannya kini membawa Fandi pada kemandirian. Ia berhasil membiayai kuliahnya sendiri, membeli handphone, hingga sepeda motor sendiri. Ditanyai soal cita-cita, Fandi mengatakan bahwa cita-cita bukanlah tujuan hidupnya sekarang.  
“Saya hanya memiliki sedikit waktu untuk merealisikan target pencapain yang tersisa,  yang terutama adalah membahagiakan semua orang di sekitar saya, bagaimana saya bisa berguna bagi orang yang selalu mendukung jalan hidup saya,” pungkasnya. (*/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...