Menginspirasi dengan Prestasi


SOSOKNYA humble dan menyenangkan, tak heran jika Nadya Windy Anggraeni dinobatkan sebagai Putri Kartini Persahabatan Malang Post 2019. Baginya, menjadi seorang putri itu tak hanya butuh wajah yang cantik saja. Tapi, yang jauh lebih penting adalah etika dan perilaku yang baik serta memiliki banyak prestasi yang telah dicapai.
“Kalau target pasti semua ingin jadi pemenang yaitu Putri Kartini, tapi menurut saya pemenang adalah orang yang banyak menginspirasi orang lain dengan kesuksesan yang kita raih,” ungkap Nadya kepada kru Genzi.
Gadis manis yang hobi menyanyi ini menyampaikan bahwa awalnya dia agak sedikit pesimis saat mengikuti ajang Putri Kartini Malang Post 2019. Namun berkat teman-teman dan kedua orang tuanya yang selalu memotivasi dan mendukungnya hingga lolos sampai ke 30 finalis, Nadya tidak mau mengecewakan mereka. Hingga akhirnya ia mampu menyandang gelar putri kartini persahabatan di ajang Putri Kartini Malang Post 2019.
“Awalnya keinginan sendiri, sedikit pesimis karena minder. Tapi berkat teman yang selalu memotivasi dan mendukung, mengantarkan saya untuk daftar memenuhi persyaratan padahal waktu itu tengah hujan. Jadi saya terus bekerja keras dan percaya diri agar tidak mengecewakan mereka dan membanggakan kedua orang tua,” tandasnya.
Sejauh ini, Nadya telah berhasil meraih sejumlah prestasi seperti pada tahun 2018 ia berhasil meraih Juara 3 olimpiade akuntansi tingkat Jawa Timur, serta mengikuti berbagai lomba olimpiade tingkat Kota Malang sampai Jawa Timur. Kabar baiknya lagi, Nadya berhasil lolos jalur SNMPTN di universitas Brawijaya (UB) Jurusan Akuntansi loh. Wow! cukup berprestasi kan gadis yang saat ini berusia 18 tahun ini.
Setelah menyelesaikan rangkaian ujian dan berhasil lolos SNMPTN, Nadya tidak puas begitu saja. Ia lalu mengikuti ajang pemilihan Putri Kartini Malang Post 2019 sampai ia berhasil menyandang gelar putri kartini persahabatan dari ajang tersebut.
Siswi lulusan SMAN 10 Malang ini memiliki cita-cita menjadi seorang akuntan. Cukup linier kan dengan prestasi yang ia dapat selama ini, hehe. Namun siapa yang mengira bahwa Nadya dulunya ketika kelas 11, sama sekali gak bisa akuntansi, bahkan sering sekali remidi pada saat ujian. But, dengan kerja keras dan doa yang kuat, Alhamdulillah ia dapat berhasil hingga sekarang ini.
“Cita-cita sih pengen jadi akuntan, karena itu pekerjaaan yang susah kalau menurut saya. Soalnya disitu kita berlatih sikap jujur, bertanggung jawab dan teliti,” terangnya antusias.
Setelah dinyatakan terpilih menjadi putri kartini persahabatan, Nadya mengungkapkan bahwa akan lebih peduli dengan lingkungan. Karena dari sikap tersebut  akan timbul rasa empati. Nadya juga menegaskan bahwa ia akan memprogram baksos ke beberapa tempat, serta akan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar terutama pengolahan sampah. (dimas/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :