Living With Less Plastic!


SAMPAH plastik Indonesia juara 2 di dunia...duh malu gak sih geng!
Kampanye untuk mengurangi pemakaian plastik bukan hal baru di negeri ini. Bahkan, sekolah kalian juga pasti udah ngenalin program daur ulang sampah kan? Tapi sepertinya itu saja gak cukup ya. Perlu ada aksi nyata mengurangi penggunaan plastik.  Kalau hidup tanpa plastik itu susah, kamu bisa mulai mengurangi penggunaannya. Use Less Plastic and Save The Earth, Guys!
Seperti dilakukan Genzier asal SMAN 8 Malang Rossa Anindya Raisa Mahardika. Rossa begitu sebutan perempuan yang peduli akan lingkungan ini, mulai mengurangi penggunaan plastik sedari awal SMA.
“Mengurangi sampah sehari-hari sudah mulai aku lakukan, terutama sejak masuk SMA. Sebagai remaja yang sadar akan lingkungan hidup, langkah ni menurutku sangat penting,” bebernya.
Apa yang sudah dilakukan siswi bertubuh tinggi ini sebenarnya bisa kalian lakukan juga lho guys. Seperti terbiasa membawa tumbler kemanapun. Dengan begitu, ia tak perlu membeli air mineral kemasan karena pastinya botolnya berbahan plastik. Langkah lainnya yang dilakukan adalah menggunakan stainless straw. , Selain itu, ia juga biasa memakai foldable cup untuk minum.
Menariknya lagi, ia juga sampai jualan stainless straw dan foldable cup lo. Tujuannya biar gak usah repot-repot cari store-nya. Hmm, cerdas juga ya. Semangat jaga lingkungan iya, entrepreneur juga oke. Keren deh pokoknya genzier yang juga anggota paguyuban Putri Kartini Malang Post 2019 ini.
Tak cukup sampai disitu saja, Rossa juga tak segan mengajak temannya untuk mengurangi sampah plastik.
“Dari organisasi aku juga ditugaskan untuk campaign ke sekolah,” kata dia.
Kebiasaan meminimalisir plastik juga sepertinya sudah menjadi lifestyle untuk Cindy Usama. Genzier yang akrab dipanggil Icun ini mulai terbiasa dengan hal itu. Hanya saja, dari pengalamannya, lebih susah menyadarkan keluarga sendiri dibanding mengajak orang lain.
“Jadinya ya aku ajak aja temen-temen temen untuk rapat organisasi lingkungan hidup di rumah, agar keluargaku lebih sadar diri akan bahayanya limbah plastik yang terlihat remeh,” ujar siswi SMAN 2 ini.
Memulai untuk menjaga lingkungan memang terlihat remeh, karena tidak akan berdampak langsung ke kita. Tapi dengan satu tindakan sederhana, misalnya tidak mengunakan kantong plastik, pasti akan berdampak besar pada lingkungan.
“Awalnya sih aku mulai dengan menolak tawaran kantong platik SPG di swalayan, dan lama – lama  juga kebiasaan. Ada rasa seneng gitu bisa mengurangi limbah plastik,” ujar Bagus Tejo, siswa SMKN 4 Malang.
Bagus mengakui, berita tentang sampah plastik yang merusak ekosistem membuatnya amat prihatin. Ia sadar akan keegoisan manusia yang dengan mudah mengatakan “itu hanya satu sedotan plastik”. Tapi, kata dia, jika ada 6 juta orang yang bilang seperti itu, maka sama dengan 6 juta sedotan tiap harinya terbuang. (*/oci)

Berita Terkait