Home Is Where the Horror Is


MALANG - Hereditary sedang menjadi film yang viral dikalangan GenZier, terbukti 79% GenZier tertarik dengan film ini dan 64% GenZier dari 200 responden berpendapat film ini seram! Selain itu film ini juga populer karena menuai kritik positif dari pengamat film. Situs Rotten Tomatoes pun memberi nilai 8,2 pada Hereditary. Setelah pemutaran perdananya di Festival Film Cannes 2018, layar lebar arahan Ari Aster itu dinobatkan sebagai film horor paling menyeramkan tahun ini. Wah Gila siihhh!
Hereditary berkisah tentang Annie dan suaminya Steve, yang terus mendapat teror setelah sang ibu meninggal dunia. Mereka memiliki dua anak, Peter (Alex Wolff) seorang remaja lelaki yang menginginkan kebebasan di luar rumah dan Charlie (Milly Shapiro), anak perempuan berkepribadian unik. Teror itu rupanya berhubungan dengan sebuah "warisan" misterius dari nenek moyangnya. Namun, saat berusaha mengungkapnya, bahaya mengancam keluarga mereka.
Salah satu penggemar film horor asal Universitas Brawijaya, Diah Wijayanti rupanya telah menantikan film ini sejak awal tahun 2018. Saat film ini rilis pada 27 Juni lalu, ia bergegas menontonnya.
“Benar-benar sesuai ekspetasi film-nya. lebih serem dari conjuring maupun insidious, nggak nonjolin setan-nya tapi tetep bikin kaget setiap detik. Nggak bisa komentar banyak pokoknya film ini rekomen banget,” ujar gadis berkacamata ini.
Tak sekadar seram, menurutnya film ini menyajikan kisah sebuah keluarga yang runtut dan menarik. Tak seperti film horor kebanyakan yang hanya mementingkan jumpscare dan keseraman tokoh. Film ini menyajikan kisah sebuah keluarga yang memiliki sebuah ‘warisan’ yang mengerikan.
“Dari awal cerita sampai akhir aku nggak bingung sama sekali tentang alur ceritanya. Film-nya runtut dan mampu membawaku ke dalam suasana seram sesungguhnya. The best dah film ini,” jelasnya.
Sedangkan komentar lain datang dari GenZier asal Universitas Negeri Malang, Virasidya Devi. Ia mengaku tak bisa tidur setelah menonton film ini. menurutnya film ini lebih seram asli-nya dari pada trailer-nya. “Aku lihat trailernya tuh dalam hati bilang, ah biasa aja. Waktu nonton sih pede banget gitu kalau film-nya nggak bakal begitu serem. Ternyata serem banget sih. Sampai sekarang kalau mau tidur masih kebayang,” ceritanya.
Banyaknya adegan jumpscare yang memiliki sound effect mengejutkan membuat dirinya berkeringat meski ruangan bioskop saat itu dingin. Hal ini diaku Vira saat adegan-adegan sedikit sadis. “Waktu alex benturin kepala ke meja itu aku ngilu lihatnya. Lalu waktu dihinggapi serangga, geli banget lihatnya. Lihat film ini tuh sampai nggak kerasa kalau lagi di bioskop, karena film-nya berhasil bikin aku masuk kedalamnya. Kapok sekaligus puas nonton film ini,” pungkasnya.
Buat kamu yang belum nonton film ini, kayaknya review GenZier diatas sudah cukup menjawab dilema-mu yang pengen nonton film ini atau nggak. Apalagi yang pecinta film horor, ini tontonan wajib buat kalian. Jangan lupa bawa temen ya kalau nonton film ini, biar makin seru dan nggak kaget sendirian! (*/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...