Have Fun With Your Part Time


TAMBAH pengalaman, dapet uang...siapa yang gak mau sih. Yups, kerja part time ketika libur sekolah bisa kalian lakukan biar gak terjebak dengan ke”gabutan” kalian. Banyak kok café-café membuka lowongan buat pekerjaan yang dilakukan secara part time. Keberadaan café yang banyak bermunculan di berbagai sudut kota, membuat harapan baru bagi kalian lo, Genzier! Daripada nongkrong ngeluarin uang, lebih baik lihat orang nongkrong dapat uang. Setuju kan, hehee.
Seperti yang dilakukan oleh Nadya Windy Anggraeni, mahasiswa baru jurusan Akuntansi Universitas Brawijaya. Ia menghabiskan waktu liburannya dengan mengikuti kerja part time, untuk menambah penghasilan disaat waktu libur panjang.
“Aku ikut part time di sini sejak April lalu. Lumayan bisa menambah penghasilan saat waktu luang, menambah pengalaman dan relasi tentunya,” jelas gadis yang berprofesi sebagai kasir di sebuah café ini.
Dirinya mengaku memiliki waktu libur yang lebih panjang, ketika akan memasuki bangku perkuliahan sebagai mahasiswa baru. Dibandingkan dengan liburan ketika sekolah yang tidak terlalu panjang. Dengan begitu, ia memilih untuk mengikuti pekerjaan yang bisa dilakukan secara part time. Meskipun waktu bermain bersama teman atau quality time bersama keluarga jadi berkurang. Atau waktu meet up bareng si doi mungkin. Eits, dia masih jomblo katanya sih. Nadya tetap mengaku have fun dan memaklumi risiko yang bakal didapat, ketika melakukan rutinitas sebagai kasir di sebuah café.  
“Dukanya itu kalau pulang larut malam, saat cafe ramai  pasti sibuk banget itu. Kalau senangnya, bisa ketemu banyak orang, dan temen-teman pada nongki disitu. Jadi sering banget kumpul-kumpul deh,’’ imbuhnya.
Lalu ada juga kisah dari Ruci Primaharani, genzier asal SMAN 7 Malang. Ruci ikut part time sejak awal liburan kenaikan kelas lalu, di tempat ngopi yang bersistem takeaway. Alasannya, ia merasa jenuh di waktu liburan. Banyak waktu luang yang tersia-siakan. Sehingga ia memilih untuk mengisi liburan dengan kegiatan-kegiatan yang menambah pengalaman kerja.
“Aku ikutan part time, buat ngisi waktu luang, daripada sana-sini nongkrong. Terus nganggur buang uang, mending kerja, buat nambah pengalaman. Lalu biar belajar cari uang saku sendiri juga,” kata dia.
Pengalaman yang didapat Ruci tentu saja amat berharga. Walaupun suka dan duka dia rasakan. Sukanya waktu dapat pujian karena kerjanya bagus sama ownernya. Dukanya kalo salah input data laporan kasir dimarahi sama ownernya.
Ada lagi genzier asal jurusan Ilmu Pariwisata Universitas Brawijaya, Alda Ranu Biaggi Novianto. Memasuki liburan kuliah, ia lebih memilih bekerja part time di industri media kreatif. Mempunyai hobi dalam bidang fotografi maupun videografi, membuat dirinya ingin menyelami lebih jauh tentang pekerjaan itu. Sehingga ia aktif mengikuti berbagai event yang membutuhkan jasa dokumentasi.
“Biasanya ngerjain shooting video wedding dan event-event seperti show, ulang tahun, dll. Lalu ada juga bidang fotografi, dan khusus editing video,” terangnya.
Meskipun bekerja sebagai tim saat di lapangan, dirinya merasa banyak keuntungan yang didapatkan. Bahkan, ia berprinsip bahwa nilai akademik di kampus, bukan satu-satunya jalan untuk meraih kesuksesan. Sehingga, ia aktif untuk mengikuti pekerjaan sebagai dokumentator berbagai acara.
“Banyak manfaat yang saya dapatkan dari pekerjaan ini. Diantaranya menambah channel, menambah pengalaman kerja, menambah ilmu baru, menambah soft skill saya yaitu bagaimana berhubungan serta bekerja sama dengan orang lain,” tambahnya.
Lain halnya dengan Caritza Tasya Audrey, dirinya lebih prefer mencari pengalaman kerja sebagai makeup artist. Kerja kerasnya menekuni bidang ini membuahkan hasil di kemudian hari. Banyak panggilan datang kepadanya untuk merias wajah seseorang. Liburan kali ini juga membuat dirinya semakin leluasa menerima klien, karena tidak tabrakan dengan kegiatan di sekolah. Dirinya bisa setiap hari melakukan jobnya, tidak hanya ketika weekend saja. Akan tetapi, semakin laris jasanya, semakin berat juga tantangannya. Karena harus menghadapi berbagai sifat klien yang berbeda-beda.
“Mungkin agak berat ya. Ketika harus bangun pagi-pagi buta.  Terus berangkat sambil kedinginan. Belum lagi, dapat klien yang banyak komplain. Mau gimana lagi, tetap harus profesional,” ungkapnya. (*/oci)

Berita Terkait