Garing di Luar, Lembut di Dalam


 
Pernah tau jenis makanan yang punya motif khas kotak-kotak, unyu dan garing di luar tapi lembut di dalam? Yup, makanan yang biasa disajikan untuk sarapan maupun dessert ini disebut waffle! Hidangan bertekstur renyah di bagian luarnya ini disebut-sebut telah tercipta sekitar pada abad ke-9. Meski Belgia secara umum diyakini sebagai tanah kelahiran waffle, namun kelezatan santapan yang satu ini sudah dikenal di seluruh penjuru dunia.
Waffle menjadi makanan kegemaran di seluruh dunia, terutama di Belgia dan Amerika Serikat. Topping umum yang digunakan adalah dengan stroberi, coklat, gula, madu, sirup, es krim, dan banyak lagi. Bahkan di Amerika Serikat, kita dapat menjumpai waffle dengan toping telur, daging dan mentega.
GenZier asal SMAN 4 Malang, Eunike Berliana adalah salah satu penggemar waffle. Sejak kecil, mamanya selalu menghidangkan jenis makanan ini di pagi hari.
“Aku kenal waffle mulai dari kecil. Bentuknya lucu bolong-bolong kotak. Awal nyobain waffle itu saat di restoran sama mama umur 5 tahun. Dari situlah aku suka waffle dan mama langsung cari resepnya biar bisa masakin sendiri buat aku,” terangnya.
Waffle sendiri bisa diolah menjadi menu breakfast maupun dessert, tapi gadis yang akrab disapa Eunike ini lebih suka menyantap waffle saat sarapan.
“Hampir tiap pagi aku selalu minta mama buatin aku waffle sebelum berangkat sekolah. Selain bikinnya nggak ribet, makanan ini juga terkesan nggak berat diperut kayak nasi. Cukup dikasih topping madu atau kalau mau asin ya telur, beres,” imbuhnya.
Ngomong-ngomong soal waffle, pada tahu nggak kalian sejarah resep waffle? Resep waffle pertama ditemukan di sebuah manuskrip dari abad ke-14. Hingga abad ke-17 dan ke-18, waffle yang terbuat dari tepung terigu lazim dikonsumsi. Hal tersebut karena tepung gandum dan gula sangat mahal di masa itu.
Hanya keluarga kerajaan dan bangsawan yang mampu membelinya. Evolusi waffle berlanjut di abad ke-20 di mana banyak restoran yang menyajikan waffle bercita rasa savory atau gurih.
Ada cerita lain nih dari teman kita Raveda Melinia Agatha. GenZier asal SMKN 3 Malang ini juga penggemar waffle, bedanya dengan Eunike, dia lebih suka waffle jadi dessert gengs.
“Enakan buat dessert sih. Karena itu makanan yang tipenya banyak karbohidrat atau tepung-tepungan. Sarapan menurutku harus yang tinggi protein, karena kalau karbo kayak waffle bikin siangan udah laper lagi dan ngantuk,” ujarnya.
Penggemar waffle yang satu ini ternyata juga lebih suka waffle hangat yang di atasnya diberi eskrIm. “Aku suka banget sama waffle yang baru keluar dari panggangan, anget-anget terus dikasih eskrim dan sirup di atasnya. Rasa hangat bercampur dinginnya itu leleh banget di mulut. Pas banget buat cemilan pas belajar atau temen nonton tv,” imbuh gadis manis ini.
Nah gimana temen-temen? Kamu lebih suka waffle jadi breakfast atau dessert? Perlu kamu ketahui juga, waffle juga punya banyak jenis. Di antaranya ada Brussels waffle, Flemish waffle, American waffle, pandan waffle, Potato waffle, dan Scandinavian waffle.
At list, yang biasa kita temui disekitar kita dan populer juga di Belgia adalah Brussels Waffle. Sebagian kedai waffle di Kota malng menjual jenis waffle ini loh, mau tahu rekomendasi tempat waffle yang ajib parah? Yuk simak artikel Genzi di bawah ini! (*/nda)