Biola, Bukan Hanya untuk Musik Klasik


 
Nggak banyak musisi yang bisa memainkan biola. Yes, alat musik yang satu ini emang sedikit ‘eksklusif’ dibandingkan dengan gitar, drum dan keyboard. Kalaupun ada yang bisa, kebanyakan mereka yang concern di genre klasik. Nggak jarang kalau musisi yang bisa alat musik ini juga ‘eksklusif’ ya gengs. Hehehe....
Sebenarnya, alat musik gesek dari abad ke-16 ini nggak hanya bisa mengiringi musik klasik aja loh, tetapi juga musik modern. Karena itulah, Widya Amaraduhita dari SMA Laboratorium UM ini tertarik untuk mempelajarinya. 
"Sudah dari kecil aku tertarik dengan alat musik biola, kira-kira pas kelas 5 SD. Aku tertarik dengan biola karena nggak banyak orang yang menguasai alat musik ini. Gara-gara penasaran, aku jadi makin seneng belajar biola,” kata gadis yang akrab disapa Rara itu. 
Salah satu karya JS Bach menjadi lagu pertama yang dikuasai oleh Rara lewat alat musik kesayangannya ini. Selain penasaran, Rara juga terinspirasi mempelajari alat musik ini gara-gara melihat pertunjukkan orchestra.
"Waktu itu aku lihat pertunjukkan orchestra. Keren banget sampe menginspirasi aku. Saat itu aku kepingin banget bisa jadi bagian orchestra. Alhamdulillah akhirnya aku bisa mewujudkan impian itu meski hanya pertunjukan mini orchestra. Lagu pertama yang aku kuasai dengan biola adalah Minuet No 2 karya JS Bach," kata Rara. 
Bagi Rara bermain biola tak dibatasi waktu dan tempat. Ia bebas bermain biola di mana dan kapan saja, terutama saat hati sedang gundah.
"Bermain biola itu sewaktu-waktu. Tapi aku seringnya main biola pas lagi galau. Kalau lagi galau, pasti kita cari suasana yang tenang kan? Nah kalau aku main biola, perasaan jadi legah dan tenang gitu," kata gadis berusia 17 tahun itu sambil tertawa. 
Nggak hanya Rara, Efita Rahmania Az-Zukhruf dari SMAN 2 Malang juga gemar bermain biola. Ia terpesona dengan biola gara-gara melihat sang kakek yang memainkan biola dengan lihai disertai kesyahduan yang memikat perasaan yang mendengarnya. Dari situlah, Efita akhirnya menekuni biola. 
"Saat TK, aku sering lihat kakek mainin biola. Jadinya ingin belajar juga. Terus aku minta mama buat belikan aku biola, akhirnya yang ngajarin kakek. Lagu pertama yang aku kuasai sih ya lagu anak-anak, kan waktu itu masih berumur 4 tahun," kata Efita. 
Sampai sekarang, gadis yang berusia 17 tahun itu masih asyik dengan biolanya. Dia juga sering mengisi kegiatan sekolah dengan alunan biolanya. Selain itu Efita juga suka mengaransemen lagu-lagu dari band lokal menjadi suara biola yang enak didengar. 
"Yang sering aku mainin cuma lagu-lagu pop saja. Kadang juga lagu dari request temen-temen. Menurutku, lagu yang paling enak dimainin dengan biola itu Canon In D, keren banget dah. Kalau untuk kegiatan sekolah lebih sering pas upacara, buat ngiringin lagu Mengheningkan Cipta," kata Efita. 
Selain mengiringi upacara rutin di sekolahnya, sejak kelas 2 SMP Efita juga pernah menghiasi upacara di Balaikota Malang dengan alunan biolanya yang syahdu bersama tim orchestranya. Dari acara HUT Kota Malang, Hardiknas hingga HUT RI. 
"Awalnya tuh diajak sama alumni SMPN 8 Malang. Aku dikenalin dengan orang Diknas. Disuruh bawa biola, katanya mau audisi. Waktu itu aku juga masih duduk di kelas 2 SMP. Aku masih ingat saat itu aku deg-degan banget. Alhamdulillah aku direkrut buat violinistnya Musikalisasi Puisi Balai Kota sampai sekarang," jawab Efita yang sekarang duduk di bangku kelas 12 ini. (*/nda)

Berita Terkait