Bikin Makin Cinta Sejarah


 
Sutradara Hanung Baramantyo kembali ke layar lebar dengan merilis sinema teranyar berjudul Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta. Sebanyak 63% GenZier menilai film ini woth it banget untuk ditonton. Film bergenre drama kolosal ini mulai tayang di bioskop seluruh Tanah Air sejak 23 Agustus 2018 lalu. Film ini bukan film sejarah lo Guys, film ini hanya drama yang mengingatkan generasi Z tentang sosok Sultan Agung.
Dalam film ini, Hanung mengangkat tokoh Sultan Agung yang selama ini digambarkan sebagai sosok yang ambisius dan kejam dalam literatur Belanda, salah satunya karena keputusannya menyerang Batavia. Sultan Agung (Ario Bayu) memiliki tugas menyatukan adipati-adipati di tanah Jawa yang tercerai-berai oleh politik VOC yang dipimpin Jan Pieterszoon Coen di bawah panji Mataram. Oleh sebab itulah Sultan Agung melakukan penyerangan.
FYI, Gelar Sultan Agung Hanyakrukusuma disandang Raden Mas Rangsang tepat selepas ayahnya, Panembahan Hanyokrowati, wafat. Bukan perkara mudah baginya untuk menggantikan peran sang ayah, terlebih saat itu ia masih remaja. Menurut GenZier asal SMKN 3 Malang, Adyuta Sheila Reswara, bagian inilah yang paling menarik. Melihat seorang yang masih berumur 20 tahun harus membuat keputusan-keputusan sulit pastilah tidak mudah.
“Dari situ aku melihat Ario Bayu yang memerankan Sultan Agung sebagai sosok yang pemberani dan penuh pertimbangan. Kadang ada keraguan dalam hatinya, tapi ia lawan. Aku kagum oh ternyata Sultan Agung tuh kayak gini ya, mungkin karena bertahta saat masih muda maka dari itu semangatnya membara. Ia berani membuat keputusan berani soal penyerangan demi terbebas dari cengkraman penjajah,” ceritanya.
Bagi Adyuta film ini menarik untuk dilihat, ia mengaku baru mendengar nama pahlawan ini setelah menonton film-nya. Dengan tayangannya film ini, wawasannya pun semakin bertambah tentang perjuangan Indonesia.
“Aku sih setelah nonton film ini ambil poin utamannya adalah tentang perjuangan seorang anak muda. Sultan Agung ini punya semangat yang bisa aku contoh, keberanian dan cara pikirnya. Must watch film ini deh,” terang siswi kelas XI ini.
 Sedangkan GenZier asal SMAK Santa Maria, Getrudis Anya Novena Krawing melihat Sultan Agung dari sisi kisah cintanya. Kisah cintanya yang menurutnya sangat dewasa dan tidak egois. Dalam film tersebut, Sultan Agung harus menikah dengan seorang ningrat demi bertahta dan memperjuangkan rakyat. Ia harus merelakan cinta sejatinya Lembayung (Putri Marino). 
“Lihatnya tuh kasihan banget nih orang, tapi salut karena nggak egois. Nggak kayakk anak zaman sekarang yang kalau nggak nikah dengan cinta sejatinya bakar pelaminan mantan hehe,” tuturnya dengan gelak tawa.
Menurutnya di usia Sultan Agung yang masih 20 tahun, sosoknya sangatlah dewasa dalam masalah percintaan. “Kalau anak zaman now umur segitu pasti masih labil dalam hal cinta. Masalahnya pasti berantem karena cemburu, atau doi jalan sama yang lain. Sedangkan Sultan Agung kisah cintanya sekompleks itu gitu. Ngaak gampang loh punya kisah kayak gitu. Ini jadi mengingatkan aku agar kalau udah urusan cinta nggak egois dan berpikir dengan kepala dingin,” tukasnya.
Semangat Sultan Agung dalam film karya Hanung Bramantyo ini memang patut diteladani generasi millenial. Dalam penerapannya di masa kini, GenZier dapat mencontoh dengan cara memperjuangkan kemajuan bangsa. Jadilah generasi muda yang penuh inovasi, berperang dan bersaing dengan negara lain. Jangan hanya jadi generasi yang pasif dan otak atik gadget tanpa dimanfaatkan untuk sesuatu yang menghasilkan. (*/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :