Berjalan Kaki Merawat Kota

 
BICARA tentang heritage, kali ini kita akan berkenalan dengan komunitas yang concern banget dengan hal itu. Namanya A Day To Walk. Sindy Ridho Asta Sumartono sebagai penggagas komunitas ini menuturkan, A Day To Walk adalah sebuah kegiatan berjalan kaki menyusuri seluk beluk kota Malang guna lebih mengenal sisi lain.  Sisi tersebut biasanya tak bisa dilihat ketika kita melintas menggunakan kendaraan. "Karena berjalan kaki adalah salah satu cara untuk menikmati sebuah kota dengan perjalanan tanpa kemacetan," kata Sindy
Menurutnya, sebenarnya Malang bisa menjadi kota yang kaya dengan memanfaatkan bangunan-bangunan bersejarah yang dimiliki. Namun kondisi bangunan yang tak terawat ini sangat disayangkan oleh Sindy. 
Menurutnya, Kota Malang memiliki peninggalan dari masa kolonial berupa bangunan tua, infrastruktur, hingga tata letak kota. Semuanya memiliki potensinya masing-masing untuk dirawat, dijaga, dan dijadikan cagar budaya. Sayangnya untuk saat ini banyak dari bangunan kuno yg tidak dilindungi perda cagar budaya, sehingga bangunan-bangunan dan aset sejarah bisa dibeli oleh investor dan dirobohkan, dijadikan bangunan baru.
Sungguh sangat disayangkan kondisi bangunan-bangunan tua yang ada di Malang, kebanyakan tidak terawat dan dijadikan tempat vandalisme dan aksi corat-coret oknum-oknum. Hasilnya, bangunan yang seharusnya menarik menjadi kumuh dan terabaikan.
Bangunan-bangunan tua yg masih terawat kebanyakan adalah rumah pribadi atau perkantoran. Tapi tidak sedikit orang yang menjual rumahnya karena biaya pajak dan perawatan yg cukup tinggi.
Seharusnya pemerintah bisa memutar akal untuk menghidupkan kembali bangunan-bangunan tua, seperti misal dijadikan art space untuk komunitas kreatif berkegiatan (pameran, pemutaran film, gigs musik, diskusi kreatif, dll). Meski tidak mengembalikan bangunan2 tua ke fungsi asalnya, setidaknya bangunan tersebut jadi terawat dan bisa menjadi ruang-ruang untuk kegiatan masyarakat. 
“Saya rasa Kota Malang tidak kalah dengan Surabaya, Semarang, atau Jakarta yang mempunyai kota tua/kota lama," pungkas Sindy. (*/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :