Awas Kelewat Batas!


HARI ini, (11/7/19), film Dua Garis Biru tayang di bioskop. Kemunculan film inimenuai tanggapan yang beragam dari masyarakat loh. Bikin gempar telinga publik. Selaku sutradara Gina S. Noer mengaku banyak tantangan dalam menggarap film ini. Ada anggapan bahwa skenario dari film Dua Garis Biru tidak semestinya untuk ditayangkan, akibat tema yang diangkat terkait dengan pendidikan seks. Karena tema tersebut, masih terbilang tabu untuk ditayangkan di negara Indonesia yang masih kental dengan etika. Namun ada juga yang mendukung diputarnya film ini. Karena cukup edukatif, dengan tetap memberi kesan komedi yang menghibur bagi penonton.
“Banyak yang nolak script, karena merasa buruk buat image,” jelasnya ketika talkshow dalam rangkaian meet and greet di Malang Town Square, Jumat (5/7/19).
Wanita yang berusia 35 tahun ini mengaku tidak menyangka akhirnya bisa tayang di bioskop. Karena dalam film Dua Garis Biru, adalah film garapan pertamanya. Menurutnya, butuh waktu sembilan tahun untuk menyelesaikan skenario. Karena juga sibuk menulis skenario film-film yang lain. Selain itu, ia juga berpendapat bahwa terdapat proses pendewasaan dalam dirinya, untuk bisa menemukan ending yang menarik dan pas.
“Sebenarnya menunggu Angga dan Zara ini loh! Jadi baru bisa di filmkan sekarang hahaha,” ujarnya sambil bercanda.
Proses pemilihan para pemain dalam film Dua Garis Biru juga banyak pertimbangan, supaya bisa menghidupkan karakter, sesuai dengan script yang dituliskan.
“Saya memilih Angga dan Zara ini karena sudah mengetahui kualitasnya di film-film sebelumnya. Mereka juga mempunyai karakter yang berpotensi untuk memerankan tokoh di film ini. Sejak awal, ketika penghayatan tentang script, mereka terlihat bekerja keras,” tutupnya.
Film ini mendapat respon yang positif. Terbukti antusiasme masyarakat untuk menonton film ini sangat besar. Seperti yang dilakukan Adelia Agustin, siswi asal SMP Laboratorium UM. Dirinya rela berdesak-desakkan untuk menyaksikan public figure idolanya ketika meet and greet lalu.
“Excited banget dengan film ini. Bisa memberi pendidikan untuk remaja zaman sekarang,” terangnya saat diwawancari oleh kru Genzi.
Senada, ada juga Fanissa Dwi Andriananda, siswi asal SMAN 5 Malang. Dirinya juga mencoba open minded dengan polemik penayangan film ini.
“Hmm bagus-bagus aja sih. Bisa memberikan sex education yang dikemas secara ringan, supaya para remaja tidak menyesal di kemudian hari,” ungkapnya.
Film ini bercerita tentang sepasang kekasih yang bernama Bima dan Dara. Bima diperankan oleh Angga Yunanda, sedang Dara diperankan oleh Zara JKT 48. Iyaps! Mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sedang mengenyam pendidikan di bangku SMA. Pada usia yang masih belia, mereka nekat melakukan hubungan badan di luar nikah. Hingga Dara pun menjadi hamil. Masalah terus saja mengalir, mereka berdua dikeluarkan dari sekolah. Kedua orangtuanya juga lepas tangan, atas nasib masa depan kedua anaknya. Sepasang kekasih tersebut, tidak membayangkan sudah menjalani kehidupan sebagai orang tua di usia yang belia. Ditambah kesehatan Dara yang tidak stabil. Hingga terselip dalam pikiran untuk mengadopsikan anaknya. Akankah hal itu benar-benar terjadi? Eits, tonton sendiri di bioskop mulai 11 juli 2019 aja ya gengs! Kalau kamu, tim nonton atau gak sih? (*/oci)

Berita Terkait