UM Siapkan Asrama Khusus Mahasiswa Asing


MALANG - UM tengah menyelesaikan pembangunan asrama bagi mahasiswa asing yang belajar di sana. Sebelumnya, mahasiswa asing UM menggunakan gedung tinggal secara bersama dengan mahasiswa program pertukaran pelajar dalam negeri. Setidaknya dengan adanya gedung asrama baru, mahasiswa asing dapat lebih terlayani maksimal.
“Gedung baru akan dipakai maba dalam negeri, asrama yang di Veteran akan dipersiapkan untuk mahasiswa internasional dengan pendanaan sekitar Rp 40 miliar,” ujar Rektor UM, Prof Dr AH Rofi’uddin MPd kepada Malang Post usai menyambut mahasiswa internasional Graha Rektorat UM.
Diprediksi pembangunan gedung asrama baru itu akan selesai akhir tahun sehingga siap digunakan tahun depan. Dengan kapasitas 500 mahasiswa, gedung asrama ini akan lebih optimal untuk digunakan selama studi di UM. Menurut Rofi’uddin, pemisahan asrama antara mahasiswa dalam dan luar negeri sangat efektif untuk pembelajaran lebih optimal.
Sementara itu, kemarin, UM menerima mahasiswa program Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Program ini telah berjalan lama 10 tahun terakhir.
“Mahasiswa asing yang diterima beragam, ada yang sudah mempelajari bahasa Indonesia terlebih dahulu di negara asal hingga mengikuti kursus secara mandiri,” beber Rofi’uddin.
Adanya mahasiswa asing sangat efektif untuk internasionalisasi kampus, terlebih mahasiswa asing itu nantinya akan mengenalkan UM ke dunia. Tahun ini, UM menerima 300 mahasiswa asing dan akan menargetkan peningkatan jumlahnya setiap tahun. Sebab, dibanding dengan total mahasiswa UM, mahasiswa asing masih terbilang sedikit.
“Praktis mereka akan cerita bagaimana UM, tinggal di kota Malang atau Indonesia sehingga ini efektif untuk internasionalisasi,” tandasnya.
Mamurdzhon, salah satu mahasiswa asing yang diterima dalam program KNB untuk jenjang S2 tahun ini. Sebelumnya, mahasiswa asli Tajikistan ini juga mengikuti studi di UM dalam program UM I Camp.
“Saya begitu antusias saat tahu diterima di UM lagi. Menurut saya, Indonesia adalah negara luar biasa dengan banyak keanekaragaman bahasa dan budaya,” imbuh mahasiswa yang diterima di fakultas Ekonomi itu. (ita/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :